Kamis, Mei 19, 2022
BerandaBerita BanjarTingkatkan Kesejahteraan Lewat Budidaya Ikan, Poktan Mina Rahayu Banjar Berdayakan 40 Warga

Tingkatkan Kesejahteraan Lewat Budidaya Ikan, Poktan Mina Rahayu Banjar Berdayakan 40 Warga

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Poktan Mina Rahayu di Lingkungan Jelat, RT. 2, RW. 4, Kelurahan Pataruman, Kota Banjar, mengembangkan budidaya ikan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Tak tanggung-tanggung, sebanyak 90 empang pun dibangun untuk dijadikan tempat budidaya ikan, berikut dengan tempat pembuatan produksi pakan alami. Bahkan, sebagian empang memakai tempat budidaya modern menggunakan bioflok.

Ketua Kelompok Tani (Poktan) Mina Rahayu, Nono Sutanda, mengatakan, baru sekitar lima bulan yang lalu ia bersama 40 rekan-rekan lainnya di Poktan Mina Rahayu menjalankan usaha budidaya ikan.

Sebelumnya, lokasi yang digunakan merupakan lahan tidak produktif milik warga bernama Nana Engkus. Kemudian diberikan kepada warga untuk dikelola secara bersama-sama menjadi tempat pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Konsep pengelolaannya hanya untuk pembesaran saja biar lebih cepat panen, dan memangkas biaya produksi,” tutur Nono, kepada Koran HR, Selasa (18/02/20).

Ia menjelaskan, ada beberapa jenis ikan yang dikembangkan oleh kelopoknya, yaitu ikan jenis lele, mujaer, dan gurame. Sedangkan, untuk benihnya sendiri dibelinya dari kolam pembibitan milik peternak yang ada di wilayah Kota Banjar, dengan harga Rp 250 per ekor.

Nono menyebutkan, butuh waktu sekitar tiga bulan dari mulai penyemaian sampai masa panen. Total yang dikelola oleh warga jumlahnya ada sekitar 25 ribu bibit ikan dan 90 empang.

Dari sekitar 25 ribu ekor bibit ikan yang disemai bisa menghasilkan sekitar 2-3 kuintal ikan per tiga bulan sekali dalam setiap masa panen. Setelah panen ikan, kemudian dijual kepada konsumen di lingkungan sekitar, dan sebagian lagi dijual ke pengepul di pasar dengan harga Rp 15 ribu per kilogramnya.

“Saat ini baru bisa mendapat keuntungan sekitar 30 persen dari hasil penjualan produksi. Semoga ke depannya bisa lebih meningkat lagi,” ungkap Nono.

Gunakan Pakan Alami

Untuk menekan biaya produksi selama masa penyemaian, Nono bersama rekan-rekannya membuat pakan ikan alami dari sisa sampah organik yang ada di lokasi PTSP3R Cibodas. Sampah-sampah tersebut diolah menjadi budidaya magot sebagai pakan pokok tambahan, karena harga pelet terlalu mahal.

Adapun untuk pengeluaran pakan yang dibutuhkan, selama ini hitungannya masih dilakukan sendiri olah warga, belum dilakukan pendataan secara per kelompok. “Satu orang mengelola satu sampai tiga empang. Semoga panen besok bisa lebih melimpah lagi, dan kesejahteraan warga dapat meningkat,” pungkas Nono. (Muhlisin/Koran HR)

- Advertisment -