Walikota Banjar Luncurkan Program Sembako dan Rastra Daerah

program Sembako
Walikota Banjar saat bersama Bulog, BNI Cabang Banjar, Anggota DPRD, dan Dinsos P3A Kota Banjar. Foto: Muhafid/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Walikota Banjar meluncurkan Program Sembako di sela-sela acara upacara Hari Jadi ke-17 Kota Banjar. Program yang digulirkan dari Kementrian Sosial ini merupakan perbaikan dari program sebelumnya, yakni Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Walikota Banjar, Hj Ade Uu Sukaesih, mengatakan, program ini merupakan pengembangan dari BPNT sebagaimana regulasi yang ada. Sementara itu, besaran yang diterima 8006 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari program ini tiap bulan sebesar Rp 150 ribu.

“KPM menerimanya bukan uang tunai, tapi non tunai yang hanya bisa digunakan di e-warong yang telah ditentukan,” kata Hj Ade Uu saat berkunjung ke stand usai upacara, Kamis (20/2/2020).

Hj Ade Uu mengimbau, bantuan dari Kementrian Sosial ini tidak diperbolehkan untuk membeli kebutuhan-kebutuhan yang tidak dianjurkan dalam ketentuan, seperti minyak goreng, makanan kaleng atau pabrikan, makanan instan, gula pasir, tepung terigu, pulsa atau pun rokok.

“Jadi penggunaan bantuan ini harus sesuai dan tepat sasaran,” pungkasnya.

Wakil Pimpinan Bulog Ciamis yang meliputi wilayah Banjar, Budi Sultika, mengatakan, perubahan nomenklatur dari sebelumnya BPNT dan menjadi Program Sembako di Kota Banjar ini nilai besaran yang diterima KPM juga berbeda.

Dalam program Kementrian Sosial ini, kata Budi, bekerjasama dengan Bulog sebagai penyuplai komoditi dan BNI Cabang Banjar sebagai penyalur lantaran pembelanjaannya non tunai.

“Kalau di program BPNT itu KPM mendapatkan sebesar Rp 110 ribu berupa beras dan telur. Sedangkan di program ini sebesar Rp 150 ribu KPM bisa mendapatkan berbagai bahan kebutuhan pokok, seperti  Protein nabati, protein hewani, karbohidrat, sayur mayur dan buah-buahan,” katanya kepada awak media.

Ia merinci, bantuan yang diterima KPM terdiri dari beras kelas premium 10 kilogram, daging ayam setengah kilogram, telur setengah kilogram, sayur-sayuran, maupun kacang-kacangan. Bahkan, sebagaimana permintaan KPM agar ditambah buah-buahan.

“KPM ada yang meminta agar ditambahkan buah, Bulog tentu siap saja menjalankan permintaan itu dan jumlahnya itu tetap Rp 150 ribu. Kita harapkan di program lainnya yang digulirkan Pemkot Banjar juga diperluas, seperti rastra daerah bisa ditambahkan lauk pauk,” pungkasnya.

Peluncuran Rastra Daerah

Selain meluncurkan program sembako, Walikota Banjar juga meluncurkan program Rastra Daerah alokasi bulan februari tahun 2020. Dalam kesempatan ini, ia secara simbolik melepas truk pengangkut beras yang akan didistribusikan ke desa-desa.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kota Banjar, Asep Tatang Iskandar, mengatakan, dalam upaya memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama yang tidak mampu, program ini terus digulirkan.

“Program ini diperuntukkan sebanyak 6225 KPM berupa beras medium sebanyak 5 kilogram per KPM. Beras ini disuplai langsung dari Bulog,” jelasnya.

Sebelumnya, kata Tatang, Pemkot Banjar dan Bulog telah melakukan MoU untuk suksesnya program ini. Sementara itu, proses distribusi dari Bulog langsung ke berbagai desa dan kelurahan yang ada di Banjar.

“Sedangkan proses distribusi dari Desa atau kelurahan itu ditanggung oleh Pemkot. Diharapkan dengan adanya bantuan ini masyarakat tidak mampu berkurang bebannya, terutama dalam pemenuhan kebutuhan pangan,” pungkas Tatang. (Muhafid/R6/HR-Online)

Loading...