Modal Rp 100 ribu, Wanita di Puloerang Ciamis Ini Sukses Jualan Seblak

Jualan Seblak
Indriani (24), saat memasak seblak untuk pelanggan. Foto: Muhafid/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Berawal dari kecintaannya memasak, Indriani (24), warga Dusun Sukamukti, Desa Puloerang, Kecamatan Lakbok, terbilang cukup sukses dalam menekuni usahanya, yakni jualan seblak.

Bermodalkan uang sebesar Rp 100 ribu di awal usahanya, kini ia bisa mendapatkan omset sekitar Rp 700 ribu hingga Rp 800 ribu tiap harinya dari menjual seblak.

Saat ditemui HR Online di tempat usahanya yang berada di pinggir rumah dan tidak jauh dari Pasar Puloerang, Indri mengaku baru 1 bulan lebih berjualan di Puloerang. Sebab, sebelumnya ia berjualan di Pananjung, Desa Sinartanjung, Kota Banjar.

“Kalau di sini sudah sebulan lebih, sebelumnya di Pananjung. Alhamdulillah, berkat kecintaan saya memasak, bisa buat tambah-tambah kebutuhan di rumah,” katanya, Jum’at (14/2/2020).

Ketika mengawali usahanya yang bermodalkan Rp 100 ribu di Pananjung dan menggunakan sebuah meja kecil, kata Indri, namun lambat laun usahanya semakin berkembang, apalagi dengan banyaknya pelanggan setia.

Apalagi, Seblak Isey, sebutan merk dagangnya itu, memiliki berbagi varian, mulai dari bakso jumbo, bakso ikan, sayap, ceker, telur, sosis, tulang, cilok serta lainnya. Ia juga menawarkan beragam topping, seperti kwetiau, pangsit, makroni serta lainnya.

Soal harga, kata Indri, disesuaikan dengan varian yang dikehendaki konsumen serta toppingnya. Misalkan, seblak bakso jumbo Rp 7 ribu, sayap Rp 5 ribu , dan topping kwitiau Rp 1 ribu, sehingga totalnya Rp 13 ribu.

“Jadi soal harga itu suka-suka konsumen saja, dan bisa menyesuaikan budgetnya. Kalau andalannya di sini itu seblak bakso jumbo, sayap dan jamur enoki. Alhamdulillah pelanggan dari berbagai kalangan suka dengan menu yang ditawarkan, baik pelajar, Guru maupun ibu-ibu,” jelasnya.

Baca juga: Manfaatkan Medsos, Bakso Agan Kota Banjar ‘Diburu’ Pembeli

Dalam melayani pelanggan yang biasanya ramai di siang hari, Indri juga melibatkan 2 orang karyawan agar bisa memberikan pelayanan cepat kepada konsumen.

Tak hanya itu, salah satu karyawannya juga ditugaskan memotret hasil masakan untuk diunggah di media sosial Facebook. Sebab, melalui media sosial ini lah para pecinta kuliner tertarik untuk mencoba masakannya itu.

Selain membuat seblak, Ia juga kerap membuat olahan makanan, seperti salad, paket nasi serta aneka makanan lainnya. Meski begitu, ia lebih memilih fokus memaksimalkan seblak.

“Pada intinya, kalau mau sukses tentu saja harus berani melangkah dari hal yang terkecil dan terus melakukan inovasi agar pelanggan betah. Saya juga dari jualan seblak ini terus berusaha memberikan yang terbaik bagi pelanggan,” pungkasnya. (Muhafid/R6/HR-Online)

Loading...