4 Hari Dicari, Nelayan Batukaras Pangandaran yang Tenggelam Saat Tebar Jaring Ditemukan

nelayan batukaras
Jasad nelayan Batukaras, Kabupaten Pangandaran dievakuasi tim SAR. Foto: Enceng/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Korban kecelakaan laut yang menimpa nelayan Batukaras, Kabupaten Pangandaran, empat hari lalu akhirnya ditemukan.

Romi, seorang nelayan di Dusun Batukaras, RT 09 RW 05, Desa Batukaras Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat yang tenggelam sejak empat hari lalu akhirnya ditemukan.

Kordinator Basarnas Tasikmalaya, Erwin Safrudin mengatakan, Romi ditemukan tak bernyawa sekitar pukul 10.30 WIB. Jasad Romi ditemukan sekitar 7 kilometer dari lokasi ia tenggelam.

“Korban langsung dievakuasi oleh Basarnas dan dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga,” ujarnya..

Setelah jasad Romi ditemukan dan diserahkan ke pihak keluarga, maka operasi SAR gabungan dihentikan. Semua unsur yang terlibat dalam pencarian ini dibubarkan dan dikembalikan ke satuannya masing- masing.

Saat jasad Romi ditemukan, cuaca di sekitar penemuan terpantau cerah, angin dan ombak pun cukup bersahabat.

Tim Basarnas dibantu oleh SAR Batukaras, FKDM Batukaras serta polairud ikut dalam evakuasi jasad nelayan Batukaras tersebut.

Nelayan Batukaras Tenggelam Saat Tebar Jaring

Diberitakan sebelumnya, seorang nelayan Batukaras dikabarkan tenggelam di wilayah laut Batukaras, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran. Korban yang bernama Romi diketahui saat memasang jala seorang diri sekitar pukul 05.30 WIB, Senin (23/3/2020).

Sekretaris Balawista Pangandaran, Asep Kusdinar, membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya mendapatkan laporan seorang warga Desa Batukaras dikabarkan hilang saat melaut.

“Saat mendengar informasi tersebut, kita langsung bergegas ke TKP,” kata Asep kepada HR Online.

Baca Juga: Dihantam Ombak, Seorang Nelayan Batukaras Pangandaran Dikabarkan Hilang

Awal mula kejadian tersebut, jelas Asep, saat korban diketahui seorang diri tengah memasang jala di laut seorang diri. Saat itu, tiba-tiba ombak datang dan menghantam perahunya hingga korban terpental.

Ketika korban tersapu ombak, kata Asep, korban sempat berteriak dan didengar nelayan lainnya. Namun suara tersebut tidak begitu jelas lantaran suara ombak lebih keras daripada teriakan korban.

“Pada saat kejadian jarak pandang juga sangat terbatas lantaran masih gelap dan cuacanya sedang mendung. Saat pertolongan datang, ternyata perahunya sudah kosong. Sehingga kita memprediksi korban sudah tenggelam terbawa ombak,” imbuhnya. (Enceng/R7/HR-Online)

Loading...