Aktivitas Publik Dibatasi Akibat Covid-19, Stok Darah di PMI Kota Banjar Defisit

Cadangan stok darah di Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Banjar semakin menipis.
Cadangan stok darah di Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Banjar semakin menipis. Foto: Ilustrasi/Net.

Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Akibat adanya kebijakan pembatasan beraktivitas di ruang publik karena antisipasi Virus Corona (Covid-19), cadangan stok darah di Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Banjar, Jawa Barat, semakin menipis.

Humas PMI Kota Banjar, Alfan Nurrohman, mengatakan, saat ini stok darah di UDD PMI Kota Banjar per tanggal 17 Maret 2020 terus berkurang. Bahkan, dari jumlah kebutuhan ideal sekitar 1.000 labu setiap bulan, kini hanya ada sekitar 137 labu stok yang tersedia.

Dari 137 labu stok darah yang tersisa itu terdiri dari golongan darah A sebanyak 39 labu, golongan darah B 27 labu, golongan darah O 67 labu, dan golongan darah AB sebanyak 4 labu.

“Kegiatan donor darah Mobile Unit sedang susah, karena kegiatan aktivitas keramaian banyak diliburkan akibat mewabahnya Virus Corona. Terutama suplai dari siswa sekolah,” terang Alfan, kepada HR Online via sambungan teleponnya, Selasa (17/03/2020).

Selain kekuarangan stok, saat ini juga banyak pasien yang tengah membutuhkan darah, seperti pasien thalasemia, anemia, cuci darah, persalinan, dan pasien akibat kecelakaan.

Dengan banyaknya jadwal donor darah yang diundur karena ada pembatasan aktivitas di ruang publik, lanjut Alfan, maka untuk menjaga kesetabilan stok darah di UDD PMI Kota Banjar, setiap permintaan darah diharuskan membawa donor pengganti.

“Sekarang ini lagi banyak pasien yang membutuhkan. Jadi kita juga mengharuskan ada donor pengganti untuk menjaga persediaan,” katanya.

Untuk menutup kebutuhan stok hingga bulan depan, pihaknya pun mengajak kepada semua pihak, baik organisasi, tokoh masyarakat, lembaga ataupun komunitas untuk menyumbangkan darahnya di UDD PMI Kota Banjar.

“Silahkan, bagi siapapun yang ingin mendonorkan darahnya bisa langsung datang ke Kantor PMI Kota Banjar. Setetes darah anda, nyawa bagi mereka,” pungkasnya. (Muhlisin/R3/HR-Online)