Lewat Gerakan Hayu Kuliah, Anak KPM PKH Ciamis Didorong Masuk Perguruan Tinggi

Lewat Gerakan Hayu Kuliah, Anak KPM PKH Ciamis Didorong Masuk Perguruan Tinggi
Sebanyak 17 siswa atau anak dari keluarga PKH mengikuti proses pendampingan masuk perguruan tinggi lewat kegiatan “Ciamis Learning Camp” di Aula Dinas Sosial Ciamis Minggu (9/3/2020). Foto:Istimewa

Berita Ciamis (harapanrakyat.com).- Anak-anak dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, didorong agar bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah.

Data potensi anak KPM PKH yang berada pada jenjang pendidikan SLTA/sederajat seluruhnya 11.844 siswa, dan yang sedang saat ini duduk di kelas 12 sebanyak 3.712 siswa. 

Koordinator PKH Kabupaten Ciamis, Indra Maulana mengatakan, sebetulnya program PKH itu hanya mewajibkan anak-anak dari KPM PKH menyelesaikan sekolah hingga jengjang SLTA. Namun, setelah dilakukan pendampingan kepada anak-anak KPM PKH oleh para pendamping, ternyata banyak anak dari keluarga PKH yang memiliki prestasi akademik maupun non akademik.

“Maka kami memandang bahwa potensi yang ada pada diri anak-anak ini perlu terus dikembangkan sesuai minat bakatnya,” ujar Indra Maulana Minggu (9/3/2020). 

Untuk itu kata Uchu (sapaannya), para pelaksana program PKH Ciamis, sepakat membuat sebuah program yang dinamai “Gerakan Hayu Kuliah” bagi anak KPM PKH.

“Mudah-mudahan program ini menjadi salah satu pintu pembuka jalan bagi anak-anak ini untuk bisa melanjutkan jenjang pendidikan Perguruan Tinggi baik melalui jalur bidikmisi maupun jalur lainnya,” jelasnya.

Lebih lanjut Uchu menyebut, program ini merupakan bagian  dari Gerakan Kembali Sekolah Kembali Belajar (GKSKB) bagi KPM PKH yang digulirkan sejak tahun 2017 silam.

Program “Gerakan Kembali Sekolah Kembali Belajar” ini sebuah upaya mendorong dan mengupayakan anak-anak KPM PKH yang putus sekolah, agar bisa meneruskan dan menuntaskan melalui kegiatan pendidikan non formal di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

“Menariknya program GKSKB, tak hanya diikuti anak-anak saja, tetapi ibu-ibu nya juga sama melanjutkan baik di paket B maupun paket C,” katanya.

Sementara itu, saat ini ada sebanyak 17 siswa atau anak dari keluarga PKH yang mengikuti proses pendampingan untuk masuk perguruan tinggi melalui jalur bidikmisi. Mereka mendapatkan pendampingan lewat kegiatan “Ciamis Learning Camp” di Aula Dinas Sosial Ciamis Minggu (9/3/2020).

Pihaknya mengaku bersyukur, banyak pihak yang telah membantu dalam penyediaan biaya untuk kegiatan Ciamis Learning Camp Gerakan Hayu Kuliah ini.

“Kami ucapkan terimakasih kepada Kementerian Sosial RI, YBM PLN Transmisi Jawa Bagian Tengah, Az Zikra Foundation, BAZNAS, PIKMA, LC (Lufti Consulting), Dinas Sosial Ciamis, SDM PKH Kabupaten Ciamis dan para donator perorangan yang telah mendukung dan mensupport kegiatan Ciamis Learning Camp Gerakan Hayu Kuliah ini,” ungkapnya.

Lanjutnya, Ciamis Learning Camp merupakan proses pengasramaan anak PKH selama 3 (tiga) minggu. Kegiatan pengasramaan bimbingan Ciamis Learning Camp ini akan dilaksanakan nanti pasca selesai ujian nasional.

“Panitia sangat membuka kepada siapapun yang ingin membantu dan berpartisipasi untuk ikut mensukseskan Gerakan Hayu Kuliah ini sebagai bentuk tanggungjawab dan ikut serta membangun masyarakat,” tandasnya.

Sambut Baik Kegiatan Ciamis Learning Camp

Sementara itu salah satu anak dari KPM PKH asal Cikoneng, Saraz (17) yang saat ini masih bersekolah di SMAN 1 Sindangkasih mengapresiasi kegiatan Ciamis Learning Camp Gerakan Hayu Kuliah ini.

Kata dia, kegiatan ini sangat membantu keluarga yang tidak mampu yang berkeinginan untuk melanjutkan kuliah. “Saya juga berharap bisa diterima di perguruan tinggi dan mendapatkan beasiswa,” katanya.

Hal senada disampaikan Andre (18) seorang anak KPM PKH dari Kecamatan Kawali, yang saat ini sedang bersekolah di SMAN 1 Kawali. Menurutnya, kegiatan Ciamis Learning Camp ini sangat baik dan tentunya bermanfaat bagi siswa yang ingin melanjutkan kuliah.

“Mudah-mudahan melalui kegiatan ini, saya bisa diterima di universitas pilihan saya,” ujarnya.

Di tempat yang sama, orang tua salah satu siswa asal Kertahayu Kecamatan Pamarican Ida Farida (43), menyebut, kegiatan Ciamis Learning Camp ini sangat bagus sekali, untuk mendukung orang tua yang anaknya ingin melanjutkan sekolah (kuliah).

Dia pun berharap melalui kegiatan Ciamis Learning Camp, akan menambah wawasan dan pengetahuan anaknya, menambah informasi, bertambah teman dan dapat lulus dengan nilai yang baik.

“Saya sangat mendukung anak saya untuk mengikuti Ciamis Learning Camp walaupun harus mengikuti proses pengasramaan selama 3 (tiga) minggu dan saya juga mengucapkan terimakasih kepada panitia terutama para pendamping PKH yang telah membantu dan mendampingi keluarga kami selama ini,” ucap ibu dari Anti Oktapiani siswi SMK Banjar Mandiri ini. (Jujang/R8/HR Online)