Rabu, Mei 18, 2022
BerandaBerita PangandaranAntisipasi Covid-19, Barko Pangandaran Hentikan Kendaraan Para Pemudik

Antisipasi Covid-19, Barko Pangandaran Hentikan Kendaraan Para Pemudik

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Antisipasi penyebaran virus Corona Covid-19 di wilayah Desa Karangkamiri, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Komunitas Barisan Kolot atau Barko Pangandaran bersama Barudak Pager Lembur Tegal Lega menghentikan semua jenis kendaraan angkutan umum yang membawa pemudik.

Ketua Barko, Anton Rahanto, mengatakan, semua angkutan umum yang akan masuk ke wilayah Desa Karangkamiri dan membawa pemudik dari kota diberhentikan dan disemprot dengan cairan disinfektan.

“Dengan tidak mengurangi rasa hormat, semua angkutan umum yang akan masuk wilayah Desa Karangkamiri kami berhentikan dan dilakukan penyemprotan cairan disinfektan termasuk kendaraan, barang bawaan dan orangnya, hal itu kita lakukan untuk memutus ratntai penyebaran wabah Covid 19 masuk di wilayah Desa Karangkamiri,” ujarnya, Selasa (31/02/2020).

Selain dilakukan penyemprotan, Barko Pangandaran juga mendata orang-orang yang baru pulang dari kota terlebih mereka yang pulang dari daerah yang sudah terpapar Corona atau zona merah.

“Karena kita tidak memiliki alat yang modern, namun upaya kami tentu akan sangat bermanfaat dan diharapkan masyarakat yang ada di wilyah Karangkamiri tidak merasa was-was,” terang Anton.

Setelah selesai disemprot, para pemudik juga diberikan pemahaman singkat agar setibanya di rumah mereka mengisolasi diri, manjaga jarak aman dengan anggota keluarga selama 14 hari dan secepatnya memeriksakan diri ke Puskesmas bila merasa ada gejala seperti batuk, panas dan sesak napas.

Lebih lanjut Anton mengatakan, kegiatan tersebut akan terus kita lakukan selama pandemi ini masih berlangsung.

“Kita juga akan mendirikan posko penangulangan Covid-19, di situ masyarakat bisa mengadukan dan melaporkan permasalahan mengenai Covid-19 yang ada di wilayah Karangkamiri,” imbuhnya.

Pemudik diminta mengikuti SOP yang sudah diatur pemerintah dengan melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.

“Jangan panik, tetap waspada, taati aturan Social Distancing dan budayakan hidup bersih dan sehat,” pungkasnya. (Enceng/R7/HR-Online)

- Advertisment -