Sabtu, Mei 21, 2022
BerandaBerita CiamisAntisipasi Covid-19, Komisi D DPRD Ciamis Minta Dinkes dan Disdik Lakukan Ini

Antisipasi Covid-19, Komisi D DPRD Ciamis Minta Dinkes dan Disdik Lakukan Ini

Berita Ciamis (harapanrakyat.com),- Komisi D DPRD Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, minta Dinas Kesehatan melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh gedung sekolah yang saat ini tidak digunakan aktifitas belajar mengajar, karena semua siswa diliburkan untuk mengantisipasi wabah Virus Corona (Covid-19).

Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Ciamis, Sarif Sutiarsa, mengatakan, sesuai himbauan dari Bupati Ciamis dan juga Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, semua siswa diliburkan. Antisipasi penyebaran wabah Covid-19 tentunya menjadi hal baik, akan tetapi kalau sebatas menghindarkan jelas tidak baik.

“Kalau meliburkan sekolah demi antispasi penyebaran Virus Corona sangat bagus, namun harus juga antisipasi yang lain, salah satunya melakukan penyemprotan disinfektan terhadap bangunan sekolah, tidak malah membiarkan,” katanya, saat ditemui HR Online, Jum’at (20/03/2020).

Lebih lanjut Sarif mengatakan, sampai saat ini masih banyak sekolah yang belum mendapatkan penangan penyemprotan disinfektan, padahal itu penting dilakukan. Jika tidak, maka percuma meliburkan sekolah hanya sebatas membubarkan kerumunan massa, tanpa penanagan yang lain.

Karena, kata Sarif, kalau melakukan penangana, terlebih sekarang penanganan penyebaran Virus Corona menyeluruh, maka Dinas Kesehatan juga harus melakukan penanganan secara menyeluruh di Kabupaten Ciamis.

Tidak haya, pihaknya juga mengibau kepada Dinas Pendidikan supaya bisa memantau kinerja guru yang sekarang ikut libur mengajar di sekolah. Jangan sampai siswa libur, guru juga malah libur tanpa memberikan pelajaran terhadap siswa di rumah.

“Untuk memastikan guru memberikan pelajaran kepada siswa di rumah, kami melakukan sidak ke lapangan dan menemukan fakta lain. Ada guru yang memang memberikan pelajaran kepada siswa, tapi ada juga guru yang malah asik ikut libur, bahkan hingga pergi keluar kota. Padahal, aturan menjelaskan guru harus tetap memberikan pelajaran,” tandasnya.

Sarif juga menegaskan, atas kejadian ini maka Dinas Pendidikan juga harus melakukan sidak untuk memastikan semua guru masih tetap memberikan pelajaran kepada siswa di rumah. Sebab, tidak sedikit warga melaporkan adanya guru yang malah ikut libur. (es/R3/HR-Online)

- Advertisment -