Selasa, Mei 24, 2022
BerandaBerita PangandaranAntisipasi Covid-19, WO di Pangandaran Sediakan Hand Sanitizer Sampai Imbauan Tidak Bersalaman

Antisipasi Covid-19, WO di Pangandaran Sediakan Hand Sanitizer Sampai Imbauan Tidak Bersalaman

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Sebagai langkah antisipasi Covid-19 agar tidak menyebar, berbagai kegiatan harus ditunda atau menyesuaikan dengan protokol penanganan virus tersebut, tak terkecuali pada pesta pernikahan.

Di Kabupaten Pangandaran Jawa Barat, sebuah penyelenggara pesta pernikahan atau wedding organizer (WO), memberlakukan protokol sanitasi dan social distancing.

Wedding organizer menyediakan hand sanitizer, tempat cuci tangan, sampai imbauan untuk tidak bersalaman. 

Pemilik penyelenggara pesta pernikahan My Wedding Organizer, Amas Bramasta, mengatakan, dirinya berinisiatif di tengah kekhawatiran wabah virus Covid-19 dengan memberlakukan standarisasi atau SOP.

Menurutnya, langkah tersebut sebagai antisipasi Covid-19, karena beberapa rencana pesta pernikahan yang ia tangani tidak bisa ditunda dan harus tetap berjalan.

“Semua orang pasti khawatir, termasuk yang punya hajat. Nah kita ada solusi dengan menawarkan untuk menerapkan protokol atau standarisasi yang berlaku,” kata Amas kepada HR Online, Jum’at (20/3/2020).

Amas menambahkan, klien yang pertama bersedia menerapkan protokol tersebut adalah pesta pernikahan atas nama Anna dan Fahmi, warga Desa Karang Benda, Kecamatan Parigi, yang dilaksanakan Kamis (19/3/2020). 

Sebagai antisipasi Covid-19, timnya menyiapakan beberapa tempat cuci tangan bersabun antiseptik di pintu masuk, serta beberapa meja hand sanitizer di dalam ruangan tenda.

“Semua itu atas persetujuan yang punya hajat,” ucapnya.

Selain itu, pihaknya juga mengimbau ke para tamu undangan untuk tidak bersalaman. ”Tapi karena sudah budaya, agak susah juga,” kata Amas.

Sementara bagi yang terlanjur bersalaman, pihaknya mengimbau tamu undangan maupun tuan hajat untuk menggunakan hand sanitizer baik itu sebelum atau sesuah bersamalam. 

“Alhamdulillah prosesi pesta pernikahannya berlangsung lancar, dan tidak dilaporkan adanya gangguan karena isu virus Covid-19,” ungkap Amas.

Dirinya berharap, apa yang pihaknya lakukan tersebut bisa menginspirasi penyelenggara pesta pernikahan yang lain, ataupun tuan hajat yang menyelenggarakan pestanya secara mandiri.

“Mudah-mudahan ini bisa menjadi inspirasi bagi yang sudah terlanjur akan menyelenggarakan pesta pernikahan ataupun lainnya,” pungkas Amas.

Tanggapan Warga

Sementara itu, warga Pangandaran yang menyelenggarakan pesta pernikaha, Ooy Rukoyah, mengapresiasi solusi yang ditawarkan penyelenggara panitia.

Namun begitu, ia mengaku sempat kaget mendengar informasi harga hand sinitizer, yang semula hanya beberapa puluh ribu rupiah kini dibanderol hingga Rp 500 ribu. 

“Tapi asal semua lancar, kami tidak keberatan,” ucapnya. (Madlani/R5/HR-Online)

- Advertisment -