Minggu, Mei 22, 2022
BerandaArtikelBahaya Gangguan Psikologi Mengancam Pecandu Selfie

Bahaya Gangguan Psikologi Mengancam Pecandu Selfie

Bahaya gangguan psikologi bisa saja mengancam para pecandu selfie. Gangguan psikologi tersebut kebanyakan disebabkan karena keinginan yang tinggi untuk memperlihatkan diri di media sosial.

Pada zaman serba digital ini, ditambah pesatnya kemajuan teknologi semakin memudahkan setiap orang untuk mendokumentasikan segala aktivitas yang dilakukan sehari-hari.

Eksplorasi diri adalah salah satu hal yang ditawarkan dari kegiatan selfie, di mana setiap orang bisa melihat dirinya sendiri dari sisi orang lain melalui foto yang diunggah.

Saat ini, jutaan orang melakukan hal itu setiap hari, berdasarkan data yang dikumpulkan oleh tim peneliti dari jerman dan polandia, terdapat 200.000 foto diunggah di facebook per menitnya.

Belum lagi ditambah dengan akun media sosial lainnya, seperti Instagram, WhatsApp dan Snapchat, jutaan foto diunggah setiap harinya tanpa disadari dampak dari kegiatan tersebut.

5 Bahaya Gangguan Psikologi yang Mengancam Pecandu Selfie

Beberapa bahaya yang mengancam psikologi seseorang dari pecandu selfie di antaranya:

1.  Kepribadian Narsis

Agnieszka Sorokowska dari TU Dresden, yang memimpin penelitian perihal dampak psikologi akibat kecanduan selfie mengatakan, mayoritas dari foto yang diunggah di media sosial merupakan foto narsis.

Pada masalah ini, pengguna ingin selalu terlihat dan menjadi pusat perhatian tanpa mementingkan apa yang sebenarnya sedang dilakukan pada foto untuk mendapat pujian.

Ini menjadi suatu bahaya gangguan psikologi karena orang tersebut menjadi kurang mementingkan lingkungan dan kegiatannya demi narsisme dan pujian.

Dari hasil penelitian yang dilakukan, dari 748 pria dan wanita yang sering membagikan fotonya di media sosial, dari 650 foto sefie yang diunggah, 55 persen merupakan foto pribadi.

2.  Kecanduan Selfie

Semakin canggih teknologi yang memungkinkan untuk melakukan selfie semakin menambah jumlah orang para pecandu selfie.

Ketika seseorang mengalami kecanduan selfi, mulai berhati-hati dengan bahaya psikologi yang bisa dialami. Kecanduan ini akan menyebabkan pengidap melakukan selfie terus menerus.

Seperti halnya narsisme, orang yang mengalami kecanduan selfie akan mementingkan narsisnya tanpa peduli dia sedang bekerja atau sedang melakukan hal yang penting.

3.  Gangguan Terhadap Mental

Bahaya ganggaun psikologi yang dapat ditimbulkan karena terlalu sering selfie adalah gangguan dismorfik tubuh atau Body Dysmorphic Disorder.

Ini adalah salah satu gangguan mental yang menyebabkan penderita selalu memperhatikan dan memikirkan penampilannya.

Pecandu selfie memiliki potensi sangat tinggi terkena gangguan psikologi jenis ini, justru karena sering melihat penampilan diri di media sosial.

4.  Krisis Kepercayaan Diri

Krisis kepercayaan diri akan sangat mungkin dialami oleh pecandu selfie, apalagi ketika orang tersebut sudah mengalami gangguan mental seperti disebutkan sebelumnya.

Ketika seseorang sudah menderita gangguan dismorfik, akan merasa tidak percaya diri ketika penampilannya tidak maksimal, atau bahkan ketika terdapat cacat.

Contoh kecil yang sering terjadi adalah karena jerawat atau noda yang ada di wajah, hanya karena hal kecil tersebut seorang pecandu selfie bisa merasa tidak percaya diri.

Selain itu, filtering dan editing foto yang diunggah di media sosial bisa menjadi salah satu bukti krisis kepercayaan diri dan berdampak pada kepercayaan diri di dunia nyata.

5.  Obsesi Tinggi Pada Sosial Media

Orang yang mengalami masalah psikologi ini, bisa diperhatikan dalam kehidupan sehari-hari dengan kebiasaannya memperhatikan media sosial setiap saat.

Kecemasan yang tinggi terhadap validasi sosial, seperti komen dan like di media sosial, membuat orang tersebut terus menerus memperhatikannya.

Bahayanya, orang-orang dengan obsesi tinggi terhadap media sosial seringkali tidak memperhatikan orang-orang di sekitarnya.

Itulah bahaya gangguan psikologi yang bisa mengancam orang-orang yang terlalu sering melakukan selfie, pencegahan dari bahaya ini tidak terlalu rumit, cukup dengan mengendalikan nafsu selfie ketika menggunakan smartphone. (Muhafid/R6/HR-Online)

- Advertisment -