‘Berkah’ Virus Corona, Pedagang Jamu Keliling di Ciamis Laris Manis

pedagang jamu keliling di Ciamis
Mbak Sri (58), pedagang jamu keliling asal Ciamis. Foto: Karwati Putu Latief/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Selain pedagang temulawak, pedagang jamu keliling di Ciamis, Jawa Barat mendapat ‘berkah’ dari merebaknya berita virus corona. Apalagi pasca pemberitaan virus corona masuk Indonesia beberapa waktu lalu.

Mas Djarko (37), salah seorang pedagang jamu keliling di wilayah Cikoneng, Kabupaten Ciamis, mengaku jamu yang dijualnya sudah ludes pukul 09.00 WIB. Itu terjadi sejak ramai berita virus corona.

“Jamunya yaitu kunir atau koneng sama sambilata untuk paitan, itu yang sekarang sering dibeli sama orang-orang,” ujar Mas Djarko kepada HR Online, Kamis (5/3/2020).

Menurutnya, sebagian orang Indonesia yakin kalau jamu gendong itu baik untuk dikonsumsi setiap hari, termasuk orang Ciamis.

Baca Juga: Mencegah Virus Corona: Konsumsi Jahe, Kunyit, dan Temulawak

“Baru-baru ini ada corona masuk Indonesia, ada peningkatan saat jual jamu, karena sebagian yakin di Indonesia aja yang ada jamu gendong, rempah-rempahnya alami bisa dikonsumsi tiap hari buat imun tubuh,” ungkapnya.

Setiap hari pria kelahiran Ciamis yang menikahi wanita asal Wonogiri ini membawa 11 botol jamu berisi beras kencur, kunir, sambilata, wedang jahe, anggur, dan seureh. Jamu tersebut ia jajakan di sekitar wilayah Cikoneng.

Berbagai jamu yang dijajakan Mas Djarko. Foto: Dok Pri.

“Jamunya dibuat sendiri, itu istri saya yang bikin, dia kan asal Wonogiri kalau saya asli kelahiran Ciamis,” terangnya.

Mas Djarko yang menjajakan jamu keliling menggunakan motornya ini biasa pulang pukul 11.00 WIB, namun sejak ramai berita tentang virus corona, Mas Djarko sudah bisa pulang ke rumahnya di Sindangrasa pukul 09.00 WIB.

“Alhamdulillah asal mau keluar tiap hari selalu habis, apalagi sekarang pukul sembilan pagi sudah bisa pulang, pelanggan juga nambah,” tandasnya.

Pedagang Jamu Keliling di Ciamis Laris Manis

Hal senada diungkapkan Mbak Sri, pedagang jamu keliling di Ciamis lainnya. Perempuan berusia 58 tahun ini mengaku sudah tinggal di Ciamis sejak tahun 1982. Sejak saat itu, dirinya biasa berkeliling menjajakan jamu yang dibawanya berkeliling di sekitar wilayah Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis.

Jika Mas Djarko menjajakan jamunya dengan menggunakan motor, maka Mbak Sri membawa jamunya dengan cara digendong. Dia biasa berjalan kaki dari satu rumah ke rumah lainnya untuk menjual jamunya tersebut.

Baca Juga: Rame Virus Corona, Harga Temulawak di Ciamis Capai Rp 40 Ribu Perkilogram

Saat HR Online bertemu Mbak Sri di Desa Utama, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Kamis (5/4/2020), terlihat botol-botol jamu yang dibawanya telah kosong.

“Alhamdulillah banyak yang beli, kemarin juga nggak sempat ke sini, karena sudah keburu habis,” ungkapnya.

Namun, ketika ditanya terkait virus corona, Mbak Sri mengaku tidak tahu kalau jamunya dipercaya bisa mencegah virus corona.

“Belum ada yang bilang gitu (virus corona cegah corona), tapi yang beli jamu jadi banyak,” tandasnya. (Ndu/R7/HR-Online)

Loading...