Selasa, Mei 17, 2022
BerandaBerita PangandaranBupati Anggarkan 300 Juta Pembangunan Gedung Hamida Pangandaran

Bupati Anggarkan 300 Juta Pembangunan Gedung Hamida Pangandaran

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata dikabarkan bakal menganggarkan sebesar Rp 300 juta di tahun 2020 ini untuk pembangunan Gedung Himpunan Alumni Miftahul Huda atau Hamida Pangandaran.

Pernyataan itu ia lontarkan saat kegiatan tabligh akbar dalam rangka Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW dan pelantikan HAMIDA Pangandaran masa khidmat 2020-2025 di Ponpes Al Amanah Babakan Pangandaran, Sabtu (14/3/2020).

Menurut Jeje, peran ulama sangat penting pemerintah dalam rangka mendukung kemajuan suatu daerah, terutama dalam membangun di bidang keagamaan.

“Ke depan sinergitas pemerintah dengan ulama akan ditingkatkan lagi. Mudah-mudahan Hamida mampu menyinari Pangandaran untuk mengarahkan masyarakat yang Islami dan Qur’ani seperti yang kita cita-citakan bersama dalam rangka mewujudkan Pangandaran Hebat,” katanya.

Untuk mewujudkan itu, kata Jeje, dirinya siap menerima perintah dari Pimpinan Hamida Pusat maupun Daerah dalam melaksanakan tugas di Pangandaran.

Jeje menambahkan, kegalauan dirinya sebagai Bupati saat membangun infrastruktur dan RSUD dengan anggaran Rp 400 miliar seolah susah, namun kenyataannya bisa terwujud. Ia juga merasa khawatir dengan kondisi umat yang harus dijaga bersama dengan ulama.

“Program yang sudah berjalan di kita adalah Ajengan Masuk Sekolah (AMS) serta kegiatan keagamaan lainnya dengan anggaran sekitar Rp 35 miliar. Insya Alloh kita akan tingkatkan sebesar Rp 70 miliar,” pungkas Jeje.

Sementara itu, Ketua Hamida Pangandaran, KH Ahmad Suhaendi, menyatakan kesiapannya bersama-sama pemerintah dalam membangun umat. Dengan bersatu, kata ia, maka semua permasalahan dapat diatasi dengan ringan.

“Kami tidak ada apa-apanya tanpa adanya campur tangan pemerintah. Artinya, kita satu sama lainnya saling melengkapi. Termasuk, Hamida siap mengisi apalagi ada madrasah atau lembaga pendidikan yang kekurangan tenaga pengajar,” ungkapnya. (Mad/R6/HR-Online)

- Advertisment -