Senin, Mei 23, 2022
BerandaBerita TerbaruCara Kerja Rekayasa Genetika

Cara Kerja Rekayasa Genetika

Berita Sains, (harapanrakyat.com).- Cara Kerja Rekayasa Genetika. Genetika adalah sebuah cabang dari ilmu biologi tentang sistem penurunan atau pewarisan sifat dari induk makhluk hidup kepada keturunannya.

Pada era teknologi modern ini, pola genetika pada makhluk hidup dapat direkayasa untuk hasil yang lebih baik. Misalnya pada bidang peternakan maupun pertanian.

Untuk lebih jelasnya Anda perlu menyimak bagaimana cara kerja rekayasa genetika berikut.

Manipulasi DNA

Pertama, pola DNA pada tubuh makhluk hidup diolah dengan sistem bioteknologi. Cara kerjanya yakni mengubah pola genetik dari sel-sel yang ada.

Bisa dengan menambah atau mengurangi susunan DNA agar dapat menghasilkan bibit baru yang lebih unggul dari indukannya.

Sudah banyak tumbuhan dan hewan yang terlahir dari rekayasa genetika, misalnya melon transgenik.

Hormon etilen (hormon pematangan) yang terkandung dalam buah melon ini telah dikurangi jumlahnya oleh gen baru bernama bakteriofag T3.

Hasilnya ialah buah melon transgenik tidak cepat membusuk, karena proses pematangannya melambat.

DNA Rekombinan

Cara kerja rekayasa genetika berikutnya adalah DNA Rekombinan. Proses DNA rekombinan merupakan sebuah kombinasi pola genetik yang baru saja terbentuk.

Cara kerjanya dengan menyisipkan beberapa molekul DNA pada sebuah vektor agar dapat mengalami penambahan sel organisme lain.

Sel organisme yang dihasilkan memiliki fungsi sebagai sel inang. Gen DNA yang akan disisipkan harus melalui tahap identifikasi.

Hal ini bertujuan untuk mengenali kode-kode yang terdapat pada pola DNA. Pemantauan juga harus selalu dilakukan saat transmisi gen DNA terhadap hasil keturunannya.

Baca Juga: Rekayasa Genetika Babi dan Monyet, Beginilah Wujudnya

Kloning

Cara kerja rekayasa genetika berikutnya adalah dengan sistem kloning atau transfer inti. Kloning merupakan sebuah proses reproduksi aseksual untuk menghasilkan replika dari suatu organisme.

Proses kloning melibatkan sel somatik yang telah dihapus bagian inti selnya. Setelah inti sel somatik hilang atau dihapus, kemudian ditransfer ke dalam sel telur yang tidak dibuahi.

Sel telur ini nantinya akan berkembang menjadi embrio, lalu ditempatkan pada induk pengganti.

Replika yang dihasilkan dari proses kloning memiliki sifat sama persis dengan indukannya.

Baca Juga: Rekayasa Genetika Tanaman Menuai Pro dan Kontra

Sekuensing

Cara kerja rekayasa genetika selanjutnya yakni sekuensing atau menyusun urutan basa nukleotida dari sebuah pola DNA. Basa nukleotida yang bisa diurutkan susunanya misalnya adenin, guanosin, timin, dan sitosin.

Prosesnya yakni dengan membandingkan sekuens satu dengan sekuens DNA lainnya yang telah lebih dulu diketahui kodenya.

Sekuensing telah banyak dilakukan untuk berbagai riset. Diantaranya dalam bidang forensik, bioteknologi, antropologi, dan kedokteran.

Dengan teknik ini, para ilmuwan dapat melakukan identifikasi gen penyebab penyakit genetik, misalnya seperti Alzheimer.

Demikian penjelasan tentang cara kerja rekayasa genetika. Dengan pesatnya perkembangan teknologi modern seperti sekarang ini, maka akan semakin banyak penemuan baru yang muncul.

Meskipun sebagian penemuan justru menuai banyak kontra dari masyarakat. Namun kita perlu untuk mengawasinya agar kecanggihan teknologi dapat dimanfaatkan secara bijak. (Deni/R4/HR-Online)

- Advertisment -