Kamis, Mei 26, 2022
BerandaBerita CiamisData Corona Ciamis-Pangandaran Tidak Sinkron, Pikobar Membingungkan

Data Corona Ciamis-Pangandaran Tidak Sinkron, Pikobar Membingungkan

Data Corona Ciamis-Pangandaran yang terdapat dalam situs pikobar.jabarprov.go.id tidak sinkron dengan penjelasan dari Dinas Kesehatan maupun pihak berwenang di daerah. Hal ini bisa menimbulkan kebingunan bagi masyarakat yang mengakses situs tersebut.

Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jawa Barat (Pikobar) diperkenalkan oleh Gubernur Jawa Barat untuk memberikan informasi terkait data sebaran Corona di Jawa Barat. Ridwan Kamil berharap data tersebut bisa dijadikan patokan untuk pemerintah di daerah dalam mengeluarkan kebijakan.

Namun, beberapa data dalam Pikobar tidak sesuai dengan penjelasan Dinas Kesehatan maupun pihak berwenang di daerah. Contohnya data Corona Ciamis-Pangandaran di Pikobar yang berbeda dengan penjelasan pihak berwenang di dua kabupaten tersebut.

Data Kasus Corona di Pangandaran: Pikobar 2 PDP, Bupati 2 ODP

Data Corona di Pangandaran dalam Pikobar, terdapat 2 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Dalam Pikobar disebutkan seorang pasien berasal dari Kecamatan Sukahurip. Sementara satu pasien berasal dari Desa Sukawangi, Kecamatan Padaherang.

Baca Juga: Pikobar: 2 Orang Pasien Dalam Pengawasan Corona di Pangandaran

Keberadaan PDP di Desa Sukawangi dibantah oleh dokter di Kecamatan Padaherang, dr Remi. Dia mengungkapkan, pasien yang datang memeriksakan diri ke faskes masih berstatus ODP (Orang Dalam Pemantauan).

ODP tersebut punya riwayat bepergian ke luar negeri sehingga dipantau oleh Dinas Kesehatan setempat.

“Untuk status pasien ada kesalahan input sepertinya, karena yang ada di kami adalah Orang Dalam Pemantauan (ODP), bukan Pasien Dalam Pengawasan (PDP),” ungkapnya.

Orang Dalam Pemantaun Corona berarti orang yang bersangkutan baru pulang dari negara-negara yang terjangkit virus Corona.

Baca Juga: Perbedaan Orang Dalam Pemantauan dan Pasien Dalam Pengawasan Corona, Harus Tahu!

ODP tidak selamanya mengalami sakit. Hanya saja dia baru pulang dari negara-negara yang terpapar virus Corona dan perlu dilakukan pemantauan untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu terjadi ODP mengalami sakit.

Baca Juga: Bukan PDP, Kasus Corona di Sindangwangi Pangandaran ODP Baru Pulang dari Luar Negeri

Sementara data yang lain terkait ODP yang ada di Desa Sindangwangi, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, dr Remi enggan memberi keterangan lebih lanjut karena terkait dengan kerahasiaan pasien.

“Yang jelas pasiennya ada di Desa Sindangwangi dan sedang ada dalam pemantauan kami, pasiennya dalam pemantauan kami dalam 14 hari. Ini sudah memasuki hari ke-8, kondisinya sekarang dalam keadaan baik,” katanya.

Dia juga mengungkapkan, ODP pada kasus Corona di Sindangwangi, baru pulang dari luar negeri. Namun, dr Remi tidak menjelaskan negara mana yang dikunjungi ODP tersebut.

Bantahan adanya PDP di Pangandaran juga dikemukakan oleh Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata.

Jeje menegaskan, 2 orang tersebut masih berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP). Sebab, hingga saat ini 2 orang tersebut masih dalam keadaan baik-baik saja.

“Jadi itu tidak benar, karena sesuai dengan hasil pengecekan di lapangan kedua orang itu statusnya ODP,” tegas Jeje usai rapat koordinasi pencegahan dan penanganan Corona di Aula Setda Pangandaran, Senin (16/3/2020).

Baca Juga: Bantah Status PDP, Bupati Pangandaran Lakukan Langkah Ini untuk Cegah Corona

Menurut Jeje, data yang dimuat dalam situs Pikobar salah. Sebab, jika kedua orang tersebut sudah status PDP, maka sudah seharusnya diisolasi ke rumah sakit rujukan. Namun dalam kenyataannya masih baik-baik saja.

“Dari data yang kita miliki, ada 4 orang ODP karena baru pulang dari luar negeri. 2 orang dinyatakan sudah selesai dan divonis sehat. Sekarang tinggal 2 lagi yang masih berstatus ODP,” imbuhnya.

Dari kekeliruan data yang ditampilkan dalam Pikobar tersebut, Jeje berharap agar segera dilakukan revisi supaya tidak menimbulkan keresahan dan tidak menimbulkan asusmsi lain, terutama masalah penyebaran Covid-19 di Pangandaran.

Data Kasus Corona di Ciamis: Pikobar 3 ODP, Dinkes 1 ODP 1 PDP

Hal sama juga terjadi di Kabupaten Ciamis. Dalam Pikobar tercantum ada 3 orang ODP di wilayah Ciamis, ketiganya berasal dari Kecamatan Cisaga, Kecamatan Pamarican, dan Kecamatan Cihaurbeuti.

Baca Juga: Pikobar: 3 Orang Dalam Pemantauan Corona di Ciamis, Dari Sini Asalnya!

Namun penjelasan Dinas Kesehatan Ciamis berkata lain. Pada video conference Wakil Bupati Ciamis, Yana D Putra, bersama Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Senin (16/3/2020), terungkap di Ciamis terdapat 1 ODP, 1 PDP, dan tidak ada yang positif Corona.

Kepala Dinas Kesehatan Ciamis, dr Yoyo, mengatakan, terkait kasus Corona di Ciamis, ODP masih dalam pemantauan selama 4 hari, durasi pemantauan untuk ODP sendiri selama 14 hari.

“Kita akan melihat perkembangan ODP secara berkelanjutan 10 hari ke depannya,” terang Yoyo.

Ia juga mengklarifikasi terkait satu pasien PDP yang sekarang sedang dirawat, saat ini sampel specimen pasien tersebut sedang dikirim ke Litbangkes Bandung.

“Belum ada pasien suspect Covid-19 di Ciamis, kedua orang di atas masih dalam pemantauan,” tuturnya.

Baca Juga: Kasus Corona di Ciamis: 1 ODP, 1 PDP, 0 Positif

Sementara dari penjelasan dr Rijali Sopyan, direktur RSUD Ciamis, diketahui pasien yang sedang dalam pengawasan tidak menunjukkan gejala-gejala terjangkit Corona.

“Dia hanya mengalami batuk saja. Suhu tubuhnya normal tidak mengalami demam. Selain itu tidak ada gejala lain yang mengarah ke tanda-tanda tertular virus Corona,” ujarnya, saat dihubungi HR Online via telepon selulernya, Senin (16/03/2020) malam.

Warga Ciamis itu pun, lanjut Rijali, tidak sampai dirawat. Ketika siang datang ke RSUD, pada sorenya sudah diperbolehkan pulang.

“Adapun kondisi tubuhnya sedikit menurun, karena dia mengalami shok atau ketakutan. Dia baru pulang dari luar negeri dan harus menjalani pemeriksaan medis terkait Corona. Wajar kalau kondisi tubuhnya menurun karena efek dari ketakutan,” ungkapnya.

Baca Juga: RSUD Ciamis: Warga yang Ditetapkan ODP Tidak Ada Gejala Tertular Virus Corona

Rijali mengatakan RSUD Ciamis baru menerima satu kali warga yang diperiksa terkait virus Corona. Sementara satu warga lagi yang ditetapkan sebagai PDP (Pasien Dalam Pengawasan) tidak dirujuk ke RSUD Ciamis.

“Warga yang ditetapkan PDP itu dirujuk ke rumah sakit lain. Kami sementara ini baru satu kali memeriksa pasien terkait Corona. Itupun statusnya masih ODP,” ujarnya.  

Data Corona Ciamis-Pangandaran di dalam situs Pikobar jelas berbeda dengan penjelasan pihak berwenang di dua kabupaten tersebut. Saat HR Online mengakses Pikobar, Selasa (17/3/2020) pukul 18.51 WIB, data kasus Corona di Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Pangandaran tersebut masih sama, tidak ada revisi. (Ndu/R7/HR-Online)

- Advertisment -