Merencanakan Desain Kamar Tidur Anak yang Inspiratif

desain kamar tidur anak
Desain kamar tidur anak. Foto: Istimewa

Merancang desain kamar tidur anak tidak bisa dilakukan dengan asal-asal, apalagi sekedar memburu ego orang tua. Kamar tidur justru harus menjadi dunia yang bebas bagi anak untuk mengekpresikan keinginannya.

Tak sedikit orang tua yang lebih mengedepankan keinginan dan selera seninya dalam membangun rumah. Termasuk saat harus merencanakan dan membuatkan sebuah kamar tidur untuk anak-anaknya.

Dalam merencanakan desain kamar tidur anak banyak orang tua lebih mempertimbangkan kepraktisan ataupun ketersediaan dana. Malah tak jarang mereka terlalu memaksakan dengan menempatkan banyak perabot sementara luasan kamar anak terbatas.

Baca juga: Desain Rumah Type 60 3 Kamar Tidur, Luas dan Nyaman

Dibandingkan kamar lainnya yang ada tentunya kamar anak memiliki keunikan yang berbeda dan tidak bisa disamakan. Baik menyangkut interiornya, warna dinding maupun perabotnya, hingga temanya.

Namun merencanakan kamar anak yang ideal seringkali terkendala dengan keuangan keluarga. Apalagi bila jumlah anak cukup banyak dan masing-masing membutuhkan kamar sendiri, sehingga bisa membuat rencana berubah.

Merencanakan Desain Kamar Tidur Anak

Merencanakan ataupun merancang desain kamar tidur anak sebaiknya dilakukan dengan banyak pertimbangan. Berikut ini beberapa faktor yang sebaiknya ikut menjadi pertimbangan dalam membuatnya.

Untuk Tumbuh Kembang Anak

Anak-anak berusia balita atau dibawah 5 tahun sangat penting memiliki lingkungan yang mendukung tumbuh kembangnya. Kamar anak bisa menjadi media yang efektif dalam mengoptimalkan minat dan potensi anak.

Beberapa ide desain kamar tidur anak dengan mengubahnya layaknya arena permainan tentunya akan menyenangkan. Anda bisa memilih warna cat dinding kamar dengan warna-warni kesukaan anak dengan corak yang khas anak.

Selain itu Anda juga bisa menyematkan langit-langit kamar dengan hiasan gantung yang menarik. Baik dari segi suaranya, warna, maupun bentuknya. Anak-anak balita sangat membutuhkan rangsangan yang menarik untuk merangsang potensi anak.

Untuk membuat dekorasi yang menarik Anda tak perlu kebingungan. Karena saat ini ada banyak dekorasi khas anak berbetuk tempelan yang dijual di pasaran yang bisa Anda manfaatkan untuk mempercantik desain kamar tidur anak.

Namun untuk anak balita Anda sebaiknya memperhatikan keamanannya. Diantaranya dengan menyediakan karpet yang tebal dan tidak meletakan barang yang berbahaya.

Tempat Belajar yang Menyenangkan

Kebutuhan balita tentunya berbeda dengan anak-anak yang telah bersekolah atau berusia antara 6 hingga 12 tahun. Sebagai orang tua Anda bisa menyediakan kamar tidur anak yang sekaligus berfungsi sebagai tempat belajar yang menyenangkan.

Namun dalam menyediakan perabot seperti meja belajar sebaiknya dipilih yang simpel dan sesuai dengan kebutuhan anak. Sebaiknya hindari menggunakan meja standar kantor yang tidak fungsional bagi anak.

Baca juga: Desain Rumah Mezzanine, Solusi Memperluas Rumah Minimalis

Agar desain kamar tidur anak ini lebih fungsional Anda bisa menambahkan papan tempel dimana anak bisa meletakkan berbagai pesan atau informasi penting tentang tugas-tugas sekolahnya.

Agar menambah cerah ruangan, warna cat dinding sebaiknya pilih yang cerah dan bernuansa anak-anak. Warna pink atau krem lebih menarik ketimbang warna putih atau gelap. Pencahayaan lampu juga bisa disesuaikan.

Untuk Ruang Privat Anak Remaja

Sedangkan untuk desain kamar tidur anak yang sudah beranjak remaja tentunya harus mulai memperhatikan kebutuhan privasinya yang sudah mulai tumbuh. Jika perlu bebaskan anak remaja Anda untuk berkreasi dan menentukan sendiri kamarnya.

Anak remaja umumnya sudah memiliki selera maupun keinginan tentang kamarnya. Sebagai orang tua Anda bisa mendukung keinginan anak sambil menyesuaikan dengan keuangan Anda.

Itulah beberapa inspirasi tentang kamar anak-anak yang bisa Anda kreasikan dengan kemampuan keuangan Anda. Dengan desain kamar tidur anak yang sesuai kebutuhan tentunya akan membuat mereka nyaman, aman, dan bikin kerasaan. (R9/HR-Online)