Hasil Pertanian Melimpah, Didi Sukardi Dorong Pemkab Ciamis Bentuk BUMD Agro

BUMD Agro
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Didi Sukardi, SE. Foto: Istimewa

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Didi Sukardi, SE, mendorong Pemkab Ciamis agar membentuk BUMD agro atau bidang pertanian. Pembentukan Badan Usaha Milik Daerah itu sebagai upaya penggalian potensi pertanian di Kabupaten Ciamis yang selama ini dikenal melimpah.

Pemkab Ciamis sudah memetakan dua wilayah pertanian. Wilayah Ciamis Utara yang meliputi Kawali, Lumbung, Panawangan, Sukamantri dan sekitarnya dipetakan sebagai kawasan agropolitan. Sementara wilayah Ciamis Selatan yang meliputi Lakbok, Purwadadi, Banjarsari dan sekitarnya dipetakan sebagai wilayah lumbung padi.

“Dua wilayah pertanian itu sudah terkonsep dengan baik. Apabila Pemkab Ciamis ikut mengelola hasil pertanian di dua wilayah tersebut melalui BUMD, bukan tidak mungkin bisa lebih menggerakkan perekonomian di sektor pertanian. Selain itu, potensi ini pun bisa menjadi sumber PAD (Pendapatan Asli Daerah) baru bagi Kabupaten Ciamis,” kata wakil rakyat asal Ciamis ini, saat berbincang dengan Koran HR, belum lama ini.

BUMD Agro Manfaatkan Komoditas Pertanian Unggulan Ciamis

Menurut Didi, banyak komoditas pertanian yang selama ini menjadi andalan Kabupaten Ciamis. Bahkan komoditas tersebut sudah mampu memasok kebutuhan di wilayah regional.

“Seperti hasil pertanian padi, pisang, kedelai dan cabai dari Kabupaten Ciamis sangat luar biasa melimpah. Komoditas cabai di Kecamatan Sukamantri, misalnya, sudah dikenal bagus kualitasnya dan mampu memasok kebutuhan ke berbagai daerah. Bahkan sudah bekerjasama dengan perusahaan saus ternama,” ujarnya.

Komoditas pisang dari Kecamatan Sukadana, Tambaksari dan Sukamantri pun tidak kalah bagusnya. Bahkan produksi pisang di Ciamis dalam satu tahun bisa mencapai 2.304.910 ton.

“Begitu juga cabai mampu memasok kebutuhan sampai 28.200 ton per tahun. Angka itu tentu sangat luar biasa. Apalagi pisang dan cabai asal Ciamis dikenal memiliki kualitas yang cukup bagus,” ujarnya.    

Hal yang sama juga pada komoditi pertanian kedelai. Produksi kedelai di Ciamis per tahun sekitar 4.000 ton. Sentra kedelai di Kabupaten Ciamis terdapat di Kecamatan Banjarsari dan sekitarnya.

Peternakan Unggas Ciamis Pasok Kebutuhan Jabar

Didi mengatakan, selain hasil pertanian, sektor peternakan unggas di Kabupaten Ciamis juga sama melimpah. Unggas dari Ciamis, tambah dia, dalam per tahunnya mampu memasok sekitar 24 persen kebutuhan daging ayam boiler di Jawa Barat.

“24 persen itu sekitar 54.000 ton. Tentu angka yang sangat luar biasa. Potensi ini apabila dikembangkan lewat BUMD Agro tentu akan sangat menguntungkan. Dalam teknisnya Pemkab bisa bekerjasama dengan para petani. Tergetnya kedua belah pihak harus saling untung. Pemkab bisa menarik PAD dan petani bisa lebih sejahtera,” terangnya.

Dalam pengembangan BUMD Agro, lanjut Didi, nantinya bisa lebih dikembangkan pada sektor industri olahan makanan. Seperti pisang misalnya, bisa diolah menjadi makanan ringan sale yang diproduksi oleh sektor industri olahan.

“Jadi, BUMD Agro ini tidak hanya menjual hasil pertanian saja, tetapi juga mendorong agar hasil pertanian tersebut bisa diolah di Ciamis. Kalau hasil pertanian banyak diolah di Ciamis, tentu akan meningkatkan nilai jual ekonomisnya,” katanya.

Didi pun yakin apabila Pemkab Ciamis membentuk BUMD Agro dan dikelola secara profesional, bukan tidak mungkin akan mendongkrak perekonomian masyarakat Kabupaten Ciamis.

“Gagasan pembentukan BUMD Agro ini sangat selaras dengan visi dan misi pasangan Bupati-Wakil Bupati Ciamis, Herdiat-Yana, yaitu ‘Mantapnya Kemandirian Ekonomi, Sejahtera untuk Semua”. Karena BUMD Agro ini mengelola potensi unggulan Kabupaten Ciamis. Dampaknya akan banyak warga Ciamis yang terlibat serta diuntungkan,” jelasnya.

Akan Diusulkan Lewat Fraksi PKS DPRD Ciamis

Menurut Didi, konsep BUMD Agro sudah dijalankan oleh Pemprov Jabar melalui amanat Perda Jawa Barat nomor 15 tahun 2012. Hasilnya, kata dia, BUMD Agro Jawa Barat sudah berkembang dan mampu memberikan kontribusi terhadap sektor PAD serta membantu mengembangkan usaha kelompok tani di Jawa Barat.

“Pemprov Jabar sudah berhasil mengembangkan BUMD Agro dengan baik. Jadi tidak ada salahnya Pemkab Ciamis juga mengikuti. Terlebih komoditas pertanian di Kabupaten Ciamis sudah mendukung. Ini sebuah peluang bagus bagi Ciamis,” ujarnya.

Didi juga mengatakan dirinya akan mendorong Fraksi PKS di DPRD Ciamis agar mengusulkan Raperda Pembentukan BUMD Agro melalui hak inisiatif DPRD. “Fraksi PKS dulu yang akan mendorong gagasan ini. Mudah-mudahan bisa diikuti oleh fraksi-fraksi lainnya,” ujarnya.

Menurut Didi, selain penggalian potensi PAD, pembentukan BUMD Agro juga dapat merangsang tumbuhnya investasi dan meningkatkan daya guna aset daerah serta menggerakan perekonomian secara makro di Kabupaten Ciamis. (Es/Koran-HR)