Fenomena Gas Bocor di Uranus, Begini Penjelasan NASA

Fenomena Gas Bocor di Uranu
Fenomena Gas Bocor di Uranu. Foto: Istimewa

Fenomena gas bocor di Uranus menjadi salah satu laporan terbaru dari Lembaga Antariksa Amerika Serikat atau NASA. Kebocoran tersebut ditemukan oleh pesawat ruang angkasa Voyager 2 yang telah melewati gumpalan gas ketika berada di dekat planet Uranus.

Seperti yang kita tahu, Uranus adalah planet ke-7 dari matahari. Planet ini merupakan planet gas yang paling kecil di dalam susunan Tata Surya.

Uranus memiliki goncangan yang berbeda yang sudah dicoba untuk dijelaskan para astronom sejak lama. Diyakini bahwa di masa lalu ada benda besar yang menabrak Uranus dan gerakan anehnya hari ini akibat langsung dari peristiwa tersebut.

Perjalanan yang dilakukan melalui planet dingin ini berjarak kurang lebih 50.000 mil dan berhasil mengirimkan banyak data yang bisa digali untuk para ilmuwan.

Penjelasan Fenomena Gas Bocor di Uranus

Seperti yang sudah dilaporkan oleh NASA, Voyager 2 melewati gumpalan gas selama 1 menit. Gumpalan gas ini bernama plasmoid.

Pesawat yang tiba di Uranus sejak 34 tahun ini mengirimkan data ke Bumi dan melaporkan anomali tersebut.

Wahana antariksa ini berhasil menjelajahi Uranus dengan jarak kurang lebih 80.000 km dari planet Uranus.

Fenomena gas bocor di Uranus telah dilaporkan oleh NASA. NASA menduga plasmoid ini dibuang oleh Uranus lewat atmosfer. Planet Uranus telah diprediksi kehilangan kandungan gas di dalam lapisan atmosfernya hingga 55 persen.

Hilangnya Gas Atmosfer juga Terjadi di Planet Lain

Seperti yang dilansir dari berbagai sumber, ternyata peristiwa hilangnya gas atmosfer bukan hanya terjadi di Uranus. Hilangnya gas atmosfer ini juga terjadi di planet lain seperti planet Saturnus dan juga planet Jupiter.

Meskipun demikian, diperkirakan planet Uranus sudah membocorkan lebih banyak gas yang dimilikinya jika dibandingkan dengan planet lain.

Data yang diberikan oleh Voyager 2, ternyata sudah tercatat sejak 1986. Akan tetapi, baru ditemukan oleh para peneliti baru-baru ini. Mengenai plasmoid, ini adalah pertama kalinya plasmoid berada di dekat planet Uranus.

Dengan adanya penemuan ini, bukan hanya menunjukkan adanya fenomena gas bocor di Uranus, tetapi juga berhasil mengungkap bahwa Uranus mempunyai medan magnet yang meliuk.

Data yang diberikan ini mengungkapkan adanya seikat heliks fluks magnetik. Di dalamnya terkandung plasma planet yang lebih dikenal dengan istilah plasmoid. Sementara itu, letak plasmoid ini berada di ekor magnetosfer.

Uranus Planet yang Aneh

Seperti yang sudah disinggung di awal tadi, planet Uranus ini memang aneh. Pengamatan pertama yang dilakukan pada plasmoid dalam magnetosfer Es Raksasa ini telah menjelaskan proses yang telah terjadi pada magnetosfer Uranus.

Hasil dari pengamatan yang dilakukan ini menunjukkan bahwa plasmoid bisa memainkan peran yang besar di dalam pengangkutan plasma.

Dari pengamatan sesingkat itu, hanya jumlah terbatas yang bisa dipelajari oleh ilmuwan mengenai fenomena gas bocor di Uranus.  Meski demikian, para ilmuwan telah memanfaatkannya dengan sebaik mungkin.

Misi berikutnya di masa depan yang melewati Uranus bisa mengungkapkan seperti apa rincian tambahan mengenai hilangnya atmosfer di Uranus.

Inilah salah satu alasan mengapa Uranus menjadi sebuah planet yang aneh dan penuh misteri. Diterbangkannya Voyager 2 tahun 1986 mengungkapkan betapa Uranus sangat magnetis. Mulai dari struktur planetnya hingga bagaimana caranya bergerak.

Beda dari Planet Lainnya

Uranus tidak seperti planet lain yang ada di dalam sistem Tata Surya. Uranus berputar hampir sempurna di bagian sisinya. Sumbu medan magnetnya menunjuk 60 derajat dari poros putaran tersebut.

Dengan demikian, saat planet tersebut berputar, maka magnetosfernya bergetar seperti bola yang dilemparkan. Para ilmuwan pun masih belum tahu bagaimana cara untuk memodelkan fenomena gas bocor di Uranus ini.

Keanehan yang ada tersebut menarik para ilmuwan khususnya ahli fisika ruang angkasa. Misteri tersebut semakin banyak digali untuk dipecahkan.

Medan magnet aneh dari planet Uranus terakhir diukur lebih dari 30 tahun lalu dan tampaknya ini adalah tempat dan waktu yang baik untuk memulai kembali.

Dari sini akhirnya para ilmuwan mengunduh bacaan magnetometer dari Voyager 2. Pesawat ini memantau kekuatan serta arah medan magnet yang ada di dekat Uranus saat pesawat ruang angkasa tersebut melintas.

Tanpa tahu apa yang ditemukan, akhirnya para ilmuwan memperbesar lebih dekat penelitian sebelumnya. Merencanakan titik data baru setiap 1,92 detik.

Hasilnya, garis-garis halus memberikan jalan untuk penanda magnetometer tersebut. Saat itulah para ilmuwan melihat ada zigzag kecil dengan cerita yang besar yakni fenomena gas bocor di Uranus. (R10/HR-Online)

Loading...