Sabtu, Mei 21, 2022
BerandaBerita CiamisHarga Cabe Kering di Ciamis Makin Pedas, Pedagang Cireng Menangis

Harga Cabe Kering di Ciamis Makin Pedas, Pedagang Cireng Menangis

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Harga cabe kering yang semakin pedas lantaran harganya melonjak berdampak pada pedagang cireng. Harga cabe kering di Pasar Manis Ciamis, misalnya, sudah beberapa hari mengalami kenaikan.

Yani, pedagang sayuran Blok F Pasar Manis Ciamis, menuturkan, kenaikan harga tersebut akibat musim hujan. Akibatnya sudah beberapa minggu, cabe kering yang dijual di kiosnya dibanderol dengan harga tak seperti hari-hari biasa.

“Biasanya harga cabe mewah kering per kilonya itu Rp 60 ribu, tapi sejak musim hujan, harga cabe terus naik, sekitar Rp 70 ribu sampai Rp 80 ribu,” ujar Yani, Kamis (5/3/2020).

Proses penjemuran cabe menjadi sulit saat musim hujan, akibatnya untuk menghasilkan cabe kering membutuhkan proses yang lama. Hal ini yang membuat harganya naik di pasaran.

“Selain cabe merah kering, harga cabe rawit kering juga sama-sama naik, malah lebih mahal cabe rawrit kering daripada harga cabe merah kering,” tutur Yani.

Harga Cabe Kering di Ciamis Naik Berimbas pada Penjual Cireng

Kenaikan harga cabe kering ini berimbas pada penjual cireng. Seperti dialami oleh Nani (35) penjual makanan yang sehari-hari membutuhkan bahan dari cabe merah maupun cabe rawit kering.

“Sulit sekarang cabe kering harganya naik, cabe merah dan cabe rawit kering dua duanya jadi mahal. Terpaksa harus tambah modal kalau harga bahan-bahan itu terus naik,” ucapnya.

Nani yang sehari-hari biasa menjual cireng pedas mengaku sangat membutuhkan cabe merah kering maupun cabe rawit kering. Kedua bahan itu merupakan bahan dasar pembuatan cireng pedas yang biasa ia jual.

“Pernah diganti sama bahan lain, tapi pelanggan yang biasa beli cireng di saya malah komplen, jadi jalan satu-satunya ya tambah modal biar bisa terus produksi cireng pedas,” ungkapnya.

Nani mengaku bingung, jika harga cabe kering di Ciamis terus-terusan naik, maka dia akan kesulitan mempertahankan rasa pedas dari cireng yang biasa dijualnya, terutama agar para pelanggannya tidak protes.

“Semoga nggak berlarut-larut naiknya cabe merah kering sama cabe rawit kering ini, biar saya tetap bisa membuat cireng pedas dan cirengnya laris,” tandasnya. (Ndu/R7/HR-Online)

- Advertisment -