Hewan Pelanduk Berwajah Tikus Berbadan Rusa

Hewan Pelanduk Berwajah Tikus Berbadan Rusa

Berita Sains, (harapanrakyat.com).- Hewan Pelanduk Berwajah Tikus Berbadan Rusa. Anda pasti kenal dengan rusa dan tikus bukan? Tetapi bagaimana dengan hewan berwajah tikus sekaligus bertubuh rusa?

Mungkin belum banyak yang tahu tentang hewan satu ini. Hewan ini disebut dengan pelanduk atau chevrotain dan mouse deer dalam bahasa Inggris.

Untuk mengenalnya lebih jauh, berikut ini fakta hewan pelanduk yang sangat unik.

Mirip Rusa

Fakta yang pertama adalah hewan pelanduk tergolong dalam keluarga Tragulidae. Hewan ini bukan dari kerabat rusa maupun tikus, meskipun secara fisik memiliki kemiripan dengan rusa dan tikus.

Pelanduk bertubuh kecil dengan tinggi sekitar 195 sampai 600 milimeter, dan panjang kaki bagian belakang berukuran 110 sampai 150 milimeter.

Warna kulitnya kecokelatan dengan pola garis-garis putih yang berada di bagian tenggorokan dan dadanya. Serta garis warna hitam di bagian tengkuknya.

Bentuk punggungnya melengkung, rahangnya menonjol, serta memiliki taring panjang pada pelanduk jantan. Ciri fisik lain yang membedakannya dengan rusa adalah tidak ada tanduk di kepalanya.

Memiliki 3 Genus

Fakta hewan pelanduk yang kedua yakni terdiri dari 3 genus. Genus yang pertama adalah Hyemochus, kedua Moschiola, dan terakhir adalah Tragulus.

Salah satu yang paling terkenal adalah Tragulus, hewan yang akrab disebut kancil. Meski memiliki genus yang berbeda-beda, namun secara sekilas semua hewan pelanduk memiliki ciri fisik yang sangat mirip satu dengan lainnya.

Hewan Pemamah Biak

Pelanduk termasuk jenis hewan pemamah biak. Hewan jenis ini memakan segala jenis tumbuhan atau disebut herbivora.

Setelah memakan tumbuhan, hewan ini tidak langsung mengunyah secara halus. Pertama, makanan dikunyah setengah lembut lalu ditelan.

Proses kedua, hewan pemamah biak ini akan mengeluarkan makana tadi kemudian dikunyah kembali sampai lembut hingga akhirnya ditelan lagi.

Beranak Pinak

Proses perkawinan hewan pelanduk bisa terjadi sangat cepat. Bahkan beberapa jam setelah melahirkan, pelanduk betina mampu melakukan perkawinan lagi.

Sehingga perkembang biakan hewan ini terjadi secara kontinyu hampir tanpa jeda. Induk Pelanduk akan merawat anaknya hanya selama 5 sampai 9 bulan. Setelah itu anak-anaknya akan dilepas agar bisa hidup mandiri.

Mengetukkan Kaki 7 Kali dalam 1 Detik

Fakta hewan pelanduk yang terakhir adalah tentang teknik perlindungan diri. Saat merasa terancam oleh kedatangan predator, pelanduk akan mengetukkan kakinya selama kurang lebih 7 kali untuk mengusir predator. Hal ini dilakukan sekaligus untuk mengingatkan kelompoknya akan datangnya bahaya.

Itulah beberapa fakta unik yang dimiliki hewan pelanduk. Mungkin Anda akan sering menjumpai hewan pelanduk ini dari genus tragulus.

Pasalnya tragulus atau yang sering disapa kancil ini tersebar luas di hutan-hutan pulau Jawa. Bahkan profilnya dijadikan cerita rakyat oleh masyarakat Indonesia, misalnya “kancil mencuri mentimun”. (Deni/R4/HR-Online)