Hujan Meteor y-Normid Akan Hiasi Langit Indonesia, Catat Tanggalnya!

Hujan Meteor y-Normid
Ilustrasi Hujan Meteor y-Normid. Foto: Istimewa

Fenomena hujan meteor y-Normid dikabarkan akan menghiasi langit Indonesia bulan Maret 2020. Hal ini sebagaimana yang diungkapkan Observatorium Bosscha.

Dikarenakan termasuk fenomena tak biasa, y-Normid (Gamma Normid) berhasil mengundang rasa penasaran publik. Tentu akan terasa sangat disayangkan jika melewatkan fenomena langit yang satu ini.

Jika anda juga ingin menyaksikan pesona y-Normid, pastikan anda tahu waktu terjadinya. Untuk mengetahuinya, anda bisa simak ulasan berikut.

Fenomena Hujan Meteor y-Normid

Perlu untuk anda ketahui, sebenarnya fenomena y-Normid sudah berlangsung sejak 25 Februari sampai dengan 28 Maret 2020.

Dalam rentang waktu tersebut, seluruh wilayah Indonesia berkesempatan untuk melihat puncak fenomenanya pada tanggal 14 Maret 2020.

Bagi anda yang selama ini sangat antusias dengan fenomena langit, alangkah baiknya anda catat tanggal tersebut. Sementara untuk jam, bersiap-siaplah menyambutnya pada pukul 21.38 WIB.

Terkait puncak fenomena tersebut, tak sedikit yang bertanya-tanya mengapa y-Normid bisa muncul. Menanggapi hal tersebut, Senin 2 Maret, Denny Mandey selaku Staf peneliti Observatorium Bosscha memberikan penjelasannya.

Menurutnya, hujan meteor y-Normid ini bisa terjadi karena Bumi memasuki wilayah dengan kapasitas sumber meteor yang lebih tinggi. Dimana sumber meteor yang dimaksud berupa serpihan komet atau asteroid.

Maka dari itu, tak heran jika jumlah meteor y-Normid yang terlihat saat puncaknya akan jauh lebih banyak daripada hari-hari lainnya.

Hanya saja, sangat disayangkan karena pengamatan tergantung cuacanya. Apabila cuacanya tak mendukung, maka fenomena langit ini tak bisa diamati dengan baik.

Begitu pun sebaliknya. Apabila cuacanya cerah, maka arah pandang ke titik rasi Norma bisa terlihat jelas. Dengan demikian, fenomena y-Normid bisa disaksikan secara mudah hingga menjelang matahari terbit.

Untuk menyaksikannya, anda tak perlu pusing dengan peralatan atau sarana yang perlu disiapkan. Hal ini dikarenakan hujan meteor y-Normid dapat diamati tanpa alat bantu sama sekali.

Oleh karena itu, pastikan anda tak mengabaikan kesempatan untuk menyaksikan fenomena yang menghiasi langit malam tersebut.

Dampak Fenomena y-Normid

Fenomena y-Normid memiliki daya tarik tersendiri yang membuatnya sayang jika diabaikan begitu saja. Namun apakah ada dampak yang ditimbulkannya? Mungkinkah membahayakan Bumi?

Terkait hal tersebut, Denny mengungkapkan bahwa dampak yang ditimbulkan dipengaruhi oleh ukuran meteornya. Jika serpihannya besar dan tak habis terbakar di atmosfer Bumi, maka akan membahayakan apabila jatuh di kawasan yang berpenghuni.

Namun untungnya, Denny mengungkap bahwa selama ini jarang terjadi fenomena hujan meteor yang diikuti dengan kejadian berbahaya. Oleh sebab itu, publik tak perlu khawatir.

Akan lebih baik jika menyambut puncak hujan meteor y-Normid yang mengesankan ini. Dijamin kondisi malam yang gelap akan terlihat menawan saat hujan meteor ini melintas.

Lebih menyenangkan lagi jika anda menontonnya bersama keluarga, sahabat, maupun orang terdekat lainnya. Bisa jadi momen y-Normid ini hanya akan anda amati sekali dalam seumur hidup sehingga harus dimanfaatkan sebaik mungkin.

Fenomena Langit Maret 2020

Selain y-Normid, sebenarnya masih ada banyak lagi fenomena alam yang akan menghiasi langit sepanjang bulan Maret 2020 ini. Mau tahu apa saja fenomena tersebut? Anda simak saja rangkumannya dibawah ini.

Bulan di Perigee

Salah satu fenomena langit yang bisa anda saksikan pada Maret 2020 ini yaitu Bulan di Perigee. Fenomena tak biasa ini menunjukkan bahwa posisi bulan berada pada jarak terdekat dengan planet Bumi.

Dimana jaraknya hanya 357.122 km saja. Mengenai waktunya, fenomena ini berlangsung pada tanggal 10 Maret mendatang. Selang beberapa hari sebelum puncak hujan meteor y-Normid.

Bulan Purnama

Di tanggal yang sama, langit malam ternyata juga akan dihiasi dengan fenomena Bulan Purnama. Apabila cuacanya cerah, fenomena ini bisa disaksikan dari matahari terbenam sampai dengan fajar tiba.

Fenomena yang satu ini menjadi kesempatan bagi anda yang ingin menyaksikan bulan lengkap dengan kawah-kawahnya secara jelas.

Bulan Baru

Fenomena lainnya yang tak kalah mengesankan untuk diamati yaitu fase Bulan Baru. Fenomena langit ini terjadi menjelang akhir bulan, tepatnya pada 24 Maret.

Saat fase Bulan Baru ini, langit malam akan tampak gelap gulita tanpa adanya bulan. Pada momen ini, galaksi Bima Sakti bisa disaksikan saat tengah malam tiba.

Terlepas dari itu semua, hujan meteor y-Normid menambah deretan fenomena langit yang menyapa di bulan Maret 2020 ini. Catat tanggalnya dan bersiaplah untuk menyaksikannya. (R10/HR-Online)

Loading...