Jumat, Mei 20, 2022
BerandaBerita CiamisImbas Social Distancing, Harga Pakan Burung di Ciamis Naik Dua Kali Lipat

Imbas Social Distancing, Harga Pakan Burung di Ciamis Naik Dua Kali Lipat

Berita Ciamis (harapanrakyat.com),- Imbas dari kebijakan pemerintah dengan diterapkannya social distancing untuk mencegah wabah Covid-19, sangat dirasakan oleh para pedagang pakan burung dan peternak burung di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Maman, salah satu pedagang pakan burung di daerah Maleber, mengungkapkan rasa keperihatinnya atas kondisi saat ini yang berimbas pada peningkatan harga pakan yang ia jual, seperti jangkrik, milet putih, dan ulat.

“Sudah omset turun, harga pakan pun ikut-ikutan naik, dan yang paling heran itu barangnya juga jadi sangat sedikit,” keluhnya, saat ditemui HR Online, Sabtu (21/03/2020).

Maman menyebutkan, untuk harga jangkrik saat ini dikisaran Rp 50 ribu per kilogram, milet putih Rp 20 ribu per kilogram, dan ulat Rp 70 ribu per kilogramnya.

Menurutnya, dengan adanya kenaikkan harga tersebut membuat para perternak burung banyak  yang mengeluh. Pasalnya, kenaikkan harganya hingga dua kali lipat.

“Kalau stok barang memang sekarang pedagang juga dikirimnya selalu sedikit, katanya sih barangnya susah,” terang Maman.

Hal senada juga diungkapkan Jepri, salah satu peternak burung di Kabupaten Ciamis. Dirinya mengeluhkan soal kondisi hari ini yang terasa sangat berdampak kepada para peternak burung.

“Fenomena ini memang memperihatinkan, harga pakan mahal dan tidak sebanding dengan harga jual burung yang murah,” ungkapnya.

Apalagi, kata Jepri, para peternak burung selalu menjual harga mahal itu dilihat dari ternakannya di lapangan, seperti mengikuti kontes burung. Tapi saat ini semua kontes burung di Kabupaten Ciamis ditunda untuk sementara waktu dengan adanya pencegahan Covid-19.

“Mungkin salah satu faktor juga ketika kontes burung semua ditunda dan mengakibatkan harga burung menurun dratis, karena semua memikirkan kebutuhan pokok,” ujarnya.

Jepri berharap fenomena ini bisa segera berlalu, sehingga kehidupan perekonomian masyarakat kembali berjalan seperti biasanya.

“Yang paling mungkin dengan kondisi ini masyarakat Kabupaten Ciamis tidak ada yang terpapar virus corona, dan selalu disehatkan semuanya,” ucap Jepri. (Fahmi/R3/HR-Online)

- Advertisment -