Minggu, Mei 29, 2022
BerandaBerita PangandaranIni Alasan H Adang Hadari Maju Kembali Bersama H Jeje dalam Pilkada...

Ini Alasan H Adang Hadari Maju Kembali Bersama H Jeje dalam Pilkada Pangandaran

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- H Adang Hadari mengungkap alasan ia kembali bersama Jeje Wiradinata dalam kontestasi Pilkada Pangandaran 2020. Ia mengaku pembangunan Pangandaran perlu dilanjutkan agar lebih sempurna dari sebelumnya.

Menurut H Adang, ia berkomitmen memperkuat kolaisi Jihad jilid II lantaran 4 tahun kepemimpinannya mampu membawa Pangandaran menjadi lebih berkembang. Janji politik yang tertuang dalam RPJMD hampir semuanya terealiasi, bahkan tinggal 4 persen lagi.

“Kita tunggu rekomendasi dari DPP, baik PDIP maupun Golkar,” kata H Adang kepada HR Online, Sabtu (29/2/2020).

Isu yang berkembang di luar tidak membuat dirinya bergeming dari pendiriannya. Hal itu karena ia sudah komitmen secara pribadi maupun antar petinggi partai. Hanya tinggal menunggu keputusan DPP PDIP dan Golkar.

Isu tersebut, kata Adang, PDIP akan tetap mengusung satu paket murni, yakni PDIP saja tanpa Golkar. Meski begitu, ia hingga saat ini belum mendengarnya secara langsung, hanya bersumber dari luar semata.

Sementara dari internal Golkar, Adang menganggap wajar bila pendapat senior Golkar Pangandaran, Kusnadi, mengharapkan agar Golkar juga memiliki kandidat untuk maju dalam pesta demokrasi 5 tahunan ini.

“Golkar harus tetap besar, terutama dalam meraih kekuasaan. Sebab, Golkar merupakan partai besar. Jika kecil, maka akan sulit. Itu hal wajar,” imbuhnya.

Ia mengku, belum ada yang meminangnya selain PDIP. Sedangkan komunikasi dengan sejumlah partai pun sudah dilakukan Jeje dengan sejumlah partai yang ada, seperti PKB, Perindo, PAN, Gerindra, PKS, PPP, Golkar, dan PDIP. Namun semuanya itu masih tahap komunikasi, belum sampai mendapatkan rekomendasi.

Dalam dunia politik ini, Adang menegaskan dirinya bukan tipe orang yang suka berandai-andai. Sehingga, dalam masalah ini ia harap komitmen itu dituangkan dalam cetakan sebuah rekomendasi.

Ketika dalam pilihan politik terjadi perubahan, ia mengaku tetap berpegang teguh pada keputusan partai. Sebab, dirinya maju bukan secara pribadi, akan tetapi dicalonkan oleh partai.

“Intinya ke depan dari koalisi ini bisa meneruskan kebijakan yang sebelumnya. Berbeda ketika ganti pemimpin lain, kan bisa berubah arahnya. Kalau saya dengan Pak Jeje kan tingga melanjutkan karena bahannya sudah ada, tinggal direalisasikan,” pungkasnya. (Mad/R6/HR-Online)

- Advertisment -