Jelang Ramadan, Perajin Kolang-Kaling di Pamarican Ciamis Bermunculan

Jelang Ramadan, Perajin Kolang-Kaling di Pamarican Ciamis Bermunculan
Jelang ramadan, perajin kolang-kaling di pamarican ciamis bermunculan. Foto:Suherman/HR

Berita Ciamis (harapanrakyat.com).- Menjelang memasuki Bulan Suci Ramadan, para perajin kolang-kaling kini mulai bermunculan. Bahkan meski di tengah kondisi wabah virus Corona, warga tidak terhalang untuk melakukan aktivitasnya.

Pantauan koran HR di lapangan, sejumlah warga di Dusun Pamarican Desa/kecamatan Pamarican, Ciamis, Jawa Barat, kini mulai disibukkan dengan aktifitas pembuatan kolang-kaling.

Kosman, pembuat kolang-kalingasal Dusun Pamarican, RT 04 RW 01, Desa Pamarican, mengaku sudah satu minggu ini dirinya membuat kolang-kaling dengan melibatkan para tetangganya sebagai tenaga kerja.

Menurut Kosman, wabah virus corona tak menghalangi aktifitasnya untuk meraup keuntungan menjelang memasuki Bulan Suci Ramadan.

“Sudah satu minggu kami melibatkan ibu-ibu untuk bekerja membuat kolang-kaling. Corona juga tidak menghalangi niat saya untuk terus mengais rejeki. Soalnya momen Bulan Suci Ramadan momen besar bagi kami untuk mengais rejeki. Mudah-mudahan saja, ramadan mendatang kolang-kaling akan kembali ramai diserbu pembeli,” katanya, saat ditemui Koran HR, Rabu (25/03/2020).

Ida, salah seorang pekerja, mengatakan, dia bersama ibu-ibu lainnya sudah terbiasa bekerja sebagai pembuat kolang-kaling ketika menjelang memasuki Bulan Suci Ramadan. Dia juga mengaku tidak begitu khawatir terpapar virus corona meski berdekatan dengan para pekerja lainnya.

“Kami sudah terbiasa jika memasuki atau menjelang ramadan selalu membuat kolang-kaling.Luamayan bisa menambah penghasilan. Soal corona tidak menjadikan kami terus berdiam diri di rumah. Mendingan waktunya kami manfaatkan untuk bekerja. Apalagi lokasinya masih di lingkungan rumah dan yang kerjanya juga para tetangga yang dipastikan tidak memiliki riwayat bepergian dari luar kota,” ujarnya.

Kepala Dusun Pamarican, Asep Zaenal Mutakin, mengatakan, dirinya tetap melakukan pemantauan dan bimbingan terhadap para ibu-ibu yang bekerja membuat kolang-kaling.

“Kami tetap melakukan pemantauan. Tapi kami yakin para pekerja disini steril dari virus menakutkan itu. Kami mengapresiasi ibu-ibu yang mampu menghilangkan rasa khawatir akan virus dengan terus bekerja mengais rejeki,” katanya.

Bahkan, kata Asep, aktifitas ini sangat positif, karena daripada hanya diam di rumah mendingan sambil bekerja. Apalagi lokasinya juga masih di lingkungan rumah mereka sendiri.

Informasi HR di lapangan, harga kolang-kaling buatan ibu-ibu di Pamarican ini biasanya dijual ke pasar di luar wilayah Pamarican. Adapun harga perkilogram kolang-kaling masih tembus di kisaran Rp.10.000. (Suherman/Koran HR)

Loading...