Kamis, Mei 26, 2022
BerandaBerita BanjarJubir Crisis Center Kota Banjar; 3 ODP dan 2 Pasien di Ruang...

Jubir Crisis Center Kota Banjar; 3 ODP dan 2 Pasien di Ruang Isolasi

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Menyikapi perkembangan kasus Virus Corona (Covid-19), Juru Bicara Tim Crisis Center Kota Banjar, Tomy Subagja, mengatakan, saat ini jumlah orang dalam status pemantauan (ODP) di Kota Banjar terus mengalami penurunan yang signifikan.

Penurunan itu dari sebelumnya berjumlah 59 ODP, kini hanya menjadi 3 orang. Namun, untuk pasien dalam pengawasan (PDP) bertambah 1 orang, dan sekarang sedang dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Banjar.

“Ada tambahan satu orang untuk pasien dalam pengawasan atau PDP, dan merupakan warga Banjar. Hari ini juga sampel labnya langsung dikirim ke Jakarta,” terang Tomy, kepada awak media, usai acara talk show di radio mengenai Virus Corona, Selasa (17/03/2020).

Adapun terkait antisipasi lonjakan ODP jelang Ramadhan dan mudik Lebaran Idul Fitri mendatang, kata Tomy, pihaknya tetap mengacu pada mekanisme aturan diberlakukannya status siaga pencegahan hingga 14 hari ke depan.

Menurutnya, kelanjutan pemberlakuan status tersebut sifatnya menunggu koordinasi dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat, sehingga pemerintah daerah tidak bisa membuat kebijakan sendiri.

“Untuk itu penekanannya yang efektif pencegahan diri sendiri, atau isolasi diri menghindari keramaian. Ketika ada yang janggal setelah melakukan bepergian, harus segera periksakan ke petugas kesehatan, itu yang penting,” tandasnya.

Disingung mengenai pembagian masker secara gratis dan pemasangan alat pemeriksa suhu badan atau thermo scanner untuk mengurangi kepanikan masyarakat, Tomy mengatakan, saat ini juga pihaknya masih kesulitan ketersediaan masker.

“Kalau masker itu belum ada informasi, karena di Rumah Sakit saja butuh 300 masker per hari untuk perlindungan perawat, dan masih kita koordinasikan permintaan untuk pencegahan virus,” ujarnya.

Minimalisir Aktifitas Keramaian

Sementara itu, Walikota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih, mengatakan, sejauh ini Pemerintah Kota Banjar belum memberlakukan status bekerja di rumah bagi para ASN, meskipun hal itu sudah ada surat edaran resmi dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (MenPAN-RB).

Menurutnya, kebijakan meliburkan ASN tersebut sifatnya masih situasional, selagi itu memungkinkan bekerja, maka para ASN harus tetap bekerja memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Meski demikian, lanjut Ade Uu Sukaesih, sebagai antisipasi, pihak pemerintah daerah tetap meminimalisir kegiatan-kegiatan yang bersifat massal, dan membatasi aktifitas di tempat keramaian.

“Pemerintahan sejauh ini belum mengeluarkan edaran ASN bekerja di rumah, karena itu bersifat kondisional jadi tetap berjalan seperti biasa,” jelasnya. (Muhlisin/Koran-HR)

- Advertisment -