Rabu, Mei 25, 2022
BerandaBerita BanjarKekurangan Masker dan APD, RSUD Kota Banjar Ancam Tutup Pelayanan

Kekurangan Masker dan APD, RSUD Kota Banjar Ancam Tutup Pelayanan

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- RSUD Kota Banjar, Jawa Barat kekurangan masker dan APD (Alat Pelindung Diri). Hal ini menuntut pihak RSUD menyebar pengumuman permintaan bantuan masker dan peralatan lainnya yang saat ini sangat dibutuhkan oleh tenaga medis.

Direktur RSUD Kota Banjar, dr Eka, mengatakan kelangkaan masker dan APD di RSUD Kota Banjar dipicu wabah Corona saat ini. Masker dan sejumlah peralatan lainnya tiba-tiba menjadi sangat sulit didapatkan sejak wabah Covid-19 ini merebak.

“Siapa tahu ada yang mau nyumbang masker bedah ke RSU, kalau petugasnya tidak terlindungi dengan masker bedah, kami tutup layanan ya di RS, mohon maaf menyedihkan karena kesulitan mencari,” ucap dr Eka, Senin (23/3/2020).

Menurutnya, bantuan peralatan medis dari pemerintah provinsi memang ada, namun masker tidak termasuk di dalamnya.

“Kalaupun ada hanya sedikit. Kalau perang nggak pakai senjata, ya kami sama saja seperti bunuh diri. Harusnya ada lonjakan pasien sebanding dengan penggunaan masker,” katanya.

Pihak RSUD Kota Banjar dalam pamfletnya, menyebutkan RSUD menerima bantuan berupa masker dan peralatan medis lainnya. Selain itu juga RSUD menerima bantuan berupa makanan sehat dan multivitamin untuk tenaga medis dan pasien terduga Covid-19.

RSUD Kota Banjar juga menegaskan, tidak menerima bantuan berupa uang. Bagi yang ingin menyumbang dipersilakan menghubungi Rosika Dewi di nomor 0853-2485-4400.

“Ini mah hanya menawarkan, siapa tahu ada yang menyimpan stok, kalaupun tidak ada ya sudah,” tandas dr Eka.

Jubir Crisis Center Membenarkan Adanya Kelangkaan Masker dan APD

Sementara juru bicara Crisis Center Kota Banjar, Tomy Subagja, mengatakan, pihaknya sudah melakukan konfirmasi kepada RSUD terkait kelangkaan masker dan APD.

“Saya sudah confirm sama RSUD, ini wabah dan ini bukan direncanakan, sehingga Pemkot juga sampai saat ini masih terus konsultasi dengan Provinsi,” kata Tomy.

Tomy menuturkan, pihak RSUD tidak berdiam diri menunggu supply dari Pemkot, karena pasien yang harus ditangani juga semakin banyak.

“Secara pribadi saya berpendapat ini keterbukaan yang sangat baik, dalam situasi ini membohongi diri sendiri akan berakibat fatal,” katanya.

Dia juga mengajak seluruh komponen masyarakat bersama-sama melawan Corona, karena situasi ini disebut Tomy sebagai perang yang nyata.

“Bantulah mereka supaya pengorbanannya tidak sia-sia. Mudah-mudahan banyak para agnia (dermawan) kota Banjar yang tergugah,” pungkasnya. (R7/HR-Online)

- Advertisment -