Diterpa Isu Corona, Kemenag Kota Banjar; Tahapan Proses Ibadah Haji Tetap Jalan

Diterpa Isu Corona, Kemenag Kota Banjar; Tahapan Proses Ibadah Haji Tetap Jalan
Diterpa isu corona, Kemenag Kota Banjar; tahapan proses ibadah haji tetap jalan. Foto:Istimewa/Net

Berita Banjar (harapanrakyat.com).- Meski ada moratorium kebijakan ibadah haji dan umroh akibat merebaknya virus corona dari Pemerintah Arab Saudi, namun jamaah calon haji Kota Banjar tetap fokus melaksanakan pelatihan tahapan-tahapan proses pelaksaanan ibadah haji.

Hal itu dikatakan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Banjar, Badruzzaman, melalui Kasie Haji dan Umroh, Endang Syarif Hidayat, kepada Koran HR, Selasa (10/03/2020).

“Prosesnya tetap jalan. Kemarin juga dari beberapa KBIH mengadakan pelatihan manasik haji. Jadi kita tetap optimis,” kata Endang Syarif, saat ditemui di ruang kerjanya.

Ia juga mengatakan, soal kepastian keberangkatan mengingat adanya moratorium karena isu virus corona, pihaknya sudah mendapatkan surat imbauan dari Pemerintah Arab Saudi melalui Kedubes RI di Riyadh.

Menurut Endang Syarif, hal tersebut sebagai upaya pencegahan. Selain itu, bagian dari syarat dan ketentuan ibadah haji harus ada kemampuan di sana, termasuk mampu dalam jaminan keamanan, dan kalau dalam kondisi darurat tidak ada mewajiban.

“Kewajiban kita bukan soal berangkat tidak berangkat, tapi melaksanakan tahapan proses pelaksaanan. Soal kepastian nantinya, ya tergantung kondisi dan kebijakan Pemerintah Arab Saudi,” jelasnya.

Endang menyebutkan, di tahun 2020 ini, untuk Kota Banjar terdapat pengurangan kuota haji, dari semula 178 orang, tahun sekarang menjadi 175 kuota yang tersedia. Untuk pemberangkatan kloter pertama secara nasional rencananya dijadwalkan awal pemberangkatan tanggal 26 Juni mendatang.

“Itu yang sudah terjadwalkan, akan tetapi karena ada imbauan virus corona, ya kita tunggu kepastiannya nanti dari pusat,” katanya.

15 Orang Suspect Corona di Arab

Sementara itu, berdasarkan catatan data dari Kedubes RI di Riyadh, sebagaimana yang diterima oleh Kemenag Kota Banjar per tanggal 9 Maret 2020, ada 15 warga yang terindikasi suspect virus corona.

Oleh karena itulah sampai sekarang masih belum ada kepastian tentang batas waktu berakhirnya surat edaran tersebut. Meski demikian, pihaknya mengimbau kepada jamaah calon haji Kota Banjar agar tetap tenang dan fokus mempersiapkan diri melaksanakan tahapan proses pelatihan manasik, serta menjaga kesehatan.

“Saat ini juga kami tetap melaksanakan tahapan. Untuk kepastian nasional juga belum bisa menentukan,” pungkas Endang Syarif. (Muhlisin/Koran HR)