Jangan Mudah Tergiur Kredit Rumah Murah, Bijaklah dalam Memilih!

kredit rumah murah
Ilustrasi kredit rumah murah. Foto: Istimewa

Saat ini banyak sekali tawaran kredit rumah murah yang diberikan para pengembang. Tingginya kebutuhan masyarakat untuk memiliki rumah mendorong para developer berlomba menawarkan kredit rumah yang menarik.

Mempunyai rumah merupakan impian setiap orang, khususnya yang telah berkeluarga. Namun tak seimbangnya antara permintaan pasar dengan ketersediaan rumah membuat harga properti terus melambung.

Jika dahulu biaya untuk mengontrak rumah bisa dialihkan untuk mencicil rumah, namun kenyataan sekarang sudah semakin berat. Tak sedikit masyarakat yang lebih memilih mengontrak rumah ketimbang harus membeli rumah yang begitu mahal.

Kredit rumah murah merupakan salah satu tawaran yang akhir-akhir ini banyak ditawarkan para pengembang. Sengitnya persaingan bisnis properti tampaknya ikut mendorong para pengembang memberikan pilihan yang menggiurkan untuk konsumennya.

Baca juga: Perbedaan Kredit Rumah Syariah dan Konvensional yang Penting Diketahui

Untuk memudahkan masyarakat dalam membeli dan memiliki rumah memang ada pilihan berupa kredit pemilikan rumah (KPR). Masyarakat bisa membayar dengan cara cicilan melalui bank yang diajak kerja sama dengan developer.

Membeli rumah melalui layanan KPR dinilai sebagai cara yang lebih ringan dan lebih mudah, khususnya bagi masyarakat yang pendapatannya pas-pasan. Namun benarkah semua bentuk KPR sama dalam menerapkan sistem perhitungannya?

Ketentuan tentang Layanan Kredit Rumah Murah

Saat ini ada banyak layanan kredit kepemilikan rumah (KPR), termasuk layanan kredit rumah murah, yang disediakan berbagai perbankan maupun lembaga pembiayaan. Ada Bank BTN, BNI, BRI, maupun bank swasta lainnya.

Layanan KPR umumnya disedikan para pengembang untuk jenis perumahan rakyat. Penjualan rumah mewah tidak diberikan layanan kreditnya. Kalaupun ada, persyaratan maupun perhitungannya berbeda.

Membeli rumah dengan cara kredit merupakan solusi praktis untuk kebanyakan orang, khususnya yang berpenghasilan terbatas. Namun mengenal dan memahami perhitungan kredit sangat penting agar tidak terjadi kredit macet.

Namun untuk bisa membeli rumah melalui layanan KPR ada banyak persyaratan yang harus dipenuhi. Hal ini karena kredit rumah murah diharapkan bisa meringankan masyarakat menengah ke bawah yang belum memiliki rumah.

Persyaratan yang biasanya harus dipenuhi meliputi besarnya gaji atau penghasilan. Secara administrasi calon pembeli rumah harus mengisi formulir dan melengkapinya dengan persyaratan yang ditentukan, seperti fotokopi KTP, kartu keluarga, surat nikah dan sebagainya.

Menghitung Kredit Rumah Murah

Membeli rumah melalui fasilitas KPR tidak serta merta akan meringankan masyarakat yang pendapatannya terbatas. Apalagi pihak bank biasanya menyediakan beberapa opsi pilihan jenis kredit, uang muka, hingga durasi cicilan.

Secara umum pemerintah dan bank penyedia KPR memiliki standar ketentuan dalam fasilitas kredit rumah murah. Besarnya uang muka atau DP (down payment) biasanya sebesar 30 persen dari harga rumah.

Baca juga: Mau Over Kredit Rumah? Kenali Jenis, Kelebihan dan Kekurangannya

Begitu juga untuk besaran cicilan yang ditetapkan umumnya sepertiga dari penghasilan atau gaji bulanan. Besarnya cicilan ini tidak boleh lebih besar dari angka itu meskipun Anda mungkin memiliki sumber penghasilan tambahan.

Sebagai gambaran, jika Anda memiliki penghasilan sebesar Rp 2 juta perbulan, maka uang angsuran perbulan tidak boleh melebihi atau lebih besar dari Rp 650 ribu. Pihak bank akan meminta surat keterangan gaji tetap dari tempat kerja Anda.

Begitu juga untuk lama atau jangka waktu kreditnya dari 5 hingga 20 tahun. Sebaiknya pilih yang paling lama waktu cicilannya agar kredit rumah murah ini juga memberi kesempatan Anda memenuhi kebutuhan keluarga lainnya.

Sedangkan jenis kreditnya biasanya ada beberapa pilihan seperti bunga flat atau fix. Sistem flat berlaku secara dinamis sesuai dengan tingkat suku bunga yang berlaku sedangkan sistim bunga fix berlaku tetap.

Namun dari pengalaman, meskipun pada awalnya terlihat cicilannya rendah tetapi sangat jarang bunga bank turun. Karena itu jika Anda menginginkan kredit murah sebaiknya pilih KPR berbunga fix.

Memiliki rumah memang merupakan idaman semua orang. Memanfaatkan fasilitas kredit agar benar-benar menjadi kredit rumah murah sebaiknya dilakukan dengan cermat dan tidak tergesa-gesa agar tidak malah memberatkan keuangan Anda. (R9/HR-Online)