Rabu, Mei 18, 2022
BerandaBerita PangandaranLDNU Pangandaran: Dakwah dengan Cara yang Baik, Bukan dengan Caci Maki

LDNU Pangandaran: Dakwah dengan Cara yang Baik, Bukan dengan Caci Maki

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Dakwah harus dilakukan dengan cara-cara yang baik dan tidak dilakukan dengan caci maki, ujaran kebencian, apalagi dengan provokasi. Hal itu diungkapkan dalam Training of Training (TOT) LD PW NU Jawa Barat yang difasilitasi LDNU Pangandaran.

Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kabupaten Pangandaran menyelenggarakan TOT tersebut di Yayasan Bani Husen Pangandaran, Jum’at, 6 Maret 2020 kemarin.

Narsumber yang hadir dalam acara tersebut adalah Gus Ali Sururi dan Ustadz Ayik Heriansah dari LD PW NU Jawa Barat.

Keduanya memberikan materi strategi dakwah kontra radikalisme dan membongkar berbagai berita hoaks.

Berita hoaks diduga sengaja dihembuskan untuk menciptakan suasana yang tidak kondusif dan saling curiga demi memuluskan tujuan mereka.

Para peserta TOT berasal dari unsur Pengurus PC NU kabupaten Pangandaran beserta Banom dan Lembaga, Aswaja NU Center serta perwakilan dari MWC NU se-Kabupaten Pangandaran. Para peserta mengikuti acara tersebut dengan penuh antusias.

Dakwah Moderat Ciri Khas NU

Ketua umum LDNU Kabupaten Pangandaran, Ucu Saeful Aziz menuturkan, Dakwah Wasathiyah (moderat) yang menjadi ciri khas NU memang menjadi tuntutan bagi para Juru Dakwah NU. Hal ini untuk mampu mengimbangi bahkan mengantisipasi maraknya radikalisme.

“Kader Dakwah harus mampu menguasai medsos dan media online yang menyasar generasi milenial yang hampir bisa dipastikan dunia mereka tak bisa lepas dari ponsel pintar,” ujarnya.

Menurutnya, berdasarkan tuntunan Al Qur’an, metodologi dakwah itu harus bil hikmah, penuh kearifan, yakni dilakukan dengan kebijaksanaan berdasarkan  kecerdasan, wawasan, dan pengetahuan.

“Selain itu, dakwah juga perlu mau’idhoh hasanah dalam arti nasihat atau petuah yang baik bukan caci maki, provokasi dan ujaran kebencian atau hatespeech. Kalaupun mau berdebat dan berdiskusi atau mujaadalah lakukan dengan argumentasi yang kuat dan baik,” paparnya.

Ucu menambahkan, LDNU Pangandaran ke depan berencana untuk menyelenggarakan Pelatihan Kader Dakwah tentang metodologi, sistematika, prinsip-prinsip, tujuan dan sasaran dakwah yang benar menurut tuntunan Al Qur’an dan Sunnah.

“Hal ini dilakukan agar benar-benar dakwah bisa berfungsi untuk mengajak dan menebarkan kebaikan sesuai ajaran Islam rahmatan lil alamin,” tandasnya. (Enceng/R7/HR-Online)

- Advertisment -