Liput Corona, Wartawan di Jawa Barat Diminta Jaga Kesehatan dan Tak Cari Sensasi

Wartawan di Jawa Barat
Ketua PWI Jawa Barat, Hilman Hidayat. Foto: Dok PWI.

Berita Jabar, (harapanrakyat.com),- Wartawan di Jawa Barat diminta untuk menjaga kesehatan saat meliput kasus Virus Corona. Hal itu dinyatakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat sebagai respon adanya WNI di Depok yang positif terjangkit virus dengan nama Covid-19 tersebut.

Baca Juga: Virus Corona Masuk Indonesia, Begini Gejala dan Cara Penularannya

Hilman Hidayat, Ketua PWI Jawa Barat, mengatakan, saat meliput kasus virus corona, wartawan tetap harus menjaga keselamatan diri.

“Tetap waspada dan lengkapi diri dengan kelengkapan kesehatan, salah satunya dengan masker,” ujar Hilman seperti ditulis dalam press realese yang diterima HR Online, Selasa (3/3/2020).

Selain itu, wartawan juga diharapkan menyusun berita dengan akurat dan benar. Hal ini merujuk pada Undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1999. Dalam Undang-undang tersebut dicantumkan peran pers sebagai media informasi pendidikan, juga kontrol sosial.

“Wartawan dituntut untuk menyusun berita terkait kasus virus corona ini dengan akurat, tujuannya agar tidak timbul kepanikan dalam masyarakat,” kata Hilman.

Hilman juga menyebut etika jurnalistik agar tidak menyebut nama maupun alamat dari penderita corona yang sudah dinyatakan positif, maupun yang masih suspect atau diduga terjangkit virus corona.

“Harus dirahasiakan soal identitas dari pasien, nama lengkap, keluarganya, dan alamatnya. Simpan saja informasinya di redaksi, tapi tidak disebutkan dalam berita, agar tidak timbul kepanikan di masyarakat,” katanya.

Begitupun saat mewawancarai narasumber untuk berita, Hilman meminta wartawan di Jawa Barat mendatangi narasumber yang kompeten dalam masalah kasus virus corona ini.

“Untuk narasumber maupun sumber berita terkait corona, bisa datang ke Pusat Informasi & Koordinasi Covid-19 Jawa Barat, semua informasi terkait corona di Jawa Barat ada di sana,” terangnya.

Hilman menegaskan, wartawan dalam pemberitaan kasus corona tidak perlu menyampaikan informasi maupun berita yang sifatnya hanya sensasi.

“Informasi atau berita yang disampaikan kepada masyarakat harus akurat, narasumber kompeten, bukan berita yang mengarah kepada sensasi semata. Ini untuk menghindari kepanikan di masyarakat,” tegasnya. (Ndu/R7/HR-Online)