Masa Darurat Corona di Kota Banjar Diperpanjang

Masa Darurat Corona di Kota Banjar
Gerbang Selamat Datang Kota Banjar. Foto: Istimewa

Berita Kota Banjar, (harapanrakyat.com),- Juru bicara Tim Crisis Center Kota Banjar, Jawa Barat, Tomy Subagja, mengatakan, masa darurat Corona di Kota Banjar bakal diperpanjang.

Masa daruta dalam kesiapsiagaan menghadapi pandemi global wabah virus Corona itu bakal diperpanjang hingga dua bulan mendatang atau dari tanggal 31 Maret sampai tanggal 29 Mei 2020.

Perpanjangan tersebut setelah adanya hasil rapat tim Crisis center Kota Banjar menyikapi batas waktu kesiapsiagaan yang ditetapkan pada tanggal 16 Maret mendekati batas akhir yakni tanggal 29 Maret 2020.

“Kalau hasil rapat untuk perpanjangan memang sudah ada kemarin, cuma surat edarannya masih dibuat. Ini juga kan baru tanggal 27 dan masih dalam batas waktu,” kata Tomy Subagja saat dikonfirmasi HR Online via sambungan telepon, Jum’at (27/3/20).

Selain perpanjangan masa siaga, kata Tomy melanjutkan, apabila ada warga ataupun tamu yang datang dari luar daerah memasuki Kota Banjar terutama dari zona terpapar maka harus mengikuti protokol pencegahan yang telah ditetapkan.

Baca Juga: Ini yang Harus Dilakukan Warga Kota Banjar Saat Pulang dari Zona Merah

Adapun di antara prosedur pencegahan tersebut yakni, untuk warga yang baru masuk dari luar kota atau dari luar daerah wajib melakukan isolasi mandiri selama 14 hari di rumah dan harus melapor pada pihak RT/RW di lingkungan setempat.

“Apabila memiliki gejala maka wajib memeriksa diri di puskesmas dan pihak RT/RW setempat harus pro aktif berkoordinasi dengan semua pihak terutama petugas kesehatan,” jelasnya.

Masa Darurat Corona di Kota Banjar Diperpanjang, Tapi Jumlah ODP Menurun

Sementara itu, terkait data terbaru kasus corona di Kota Banjar, Tomy menambahkan, sampai tanggal 27 Maret hingga pukul 14.00 WIB tercatat untuk kasus orang dalam pemantauan (ODP) terus berkurang dari sebelumnya 39 orang menjadi 28 orang.

Baca Juga: Jumlah ODP di Kota Banjar 27 Maret Berkurang, Positif Corona Nihil

Sedangkan untuk pasien dalam pengawasan (PDP) masih sama dengan jumlah yang kemarin ada 8 orang, dan untuk pasien positif covid-19 sejauh ini nihil.

“Ada penurunan sebanyak 11 orang untuk orang dalam pemantauan (ODP). Kalau data yang lain masih sama dengan yang kemarin,” katanya.

Dikonfirmasi terkait penambahan data ODP bagi warga Kota Banjar yang baru datang dari Jakarta sehabis menjalani pemeriksaan kesehatan di area terminal belum lama ini, saat ini kondisinya masih disurvey sehingga datanya belum terlaporkan.

“Masih disurvey. Jadi untuk pengenaan status Covid-19 baik itu masuk ODP ataupun PDP belum bisa dikenakan,” pungkasnya. (Muhlisin/R7/HR-Online)

Loading...