Rabu, Mei 25, 2022
BerandaBerita PangandaranPasca Virus Corona Masuk Indonesia, Masker di Pangandaran Langka dan Mahal

Pasca Virus Corona Masuk Indonesia, Masker di Pangandaran Langka dan Mahal

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Masker di Pangandaran jadi barang langka usai pengumuman adanya WNI yang terpapar virus corona di Depok, Jawa Barat. Jika pun tersedia di apotek, maka harganya melambung tinggi.

Robi, warga Kecamatan Pangandaran, mengaku kesulitan saat hendak membeli masker di Pangandaran. Padahal dirinya sudah berkeliling di beberapa apotek dan minimarket untuk mendapatkan masker.

“Di apotek dan minimarket semuanya kehabisan stok, sudah beberapa apotek dan minimarket yang saya datangi,” ungkap Robi, Selasa (3/3/2020).

Baca Juga: Virus Corona Masuk Indonesia, Begini Gejala dan Cara Penularannya

Sementara, salah seorang pegawai apotek di Kecamatan Pangandaran, Yuli, mengatakan, langkanya masker sudah terjadi sejak tiga pekan lalu.

“Sudah langka sejak ramai isu virus corona, kalaupun ada, harganya naik, biasanya harganya Rp 45 ribu, bisa jadi Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu per boks isi 100 masker,” terang Yuli.

Baca Juga: Labkesda Pangandaran Belum Punya Alat Pendeteksi Virus Corona

Masker di Pangandaran langka lantaran agen dan distributor yang biasa memasok ke sejumlah apotek kehabisan jatrah dari pabrik.

“Ada juga yang beli borongan, tapi katanya untuk dikim kemana gitu, saya tidak tahu, bukan untuk dipakai sendiri atau ditimbun,” ungkapnya.

Meskipun harga masker naik, menurut Yuli, tidak serta merta penjual masker mendapat untung besar. Hal itu karena harga beli masker juga tinggi.

“Keuntungannya biasa saja, karena beli maskernya juga kan mahal dari agennya,” ungkapnya.

Baca Juga: Dampak Virus Corona, Harga Masker di Pangandaran Naik Dua Kali Lipat

Masker memang jadi barang paling dicari saat ini, apalagi setelah diumumkan oleh Presiden Joko Widodo, ada dua orang warga Indonesia yang positif corona di Depok.

Selain masker menjadi langka, harganya pun naik berkali lipat. Termasuk juga di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. (Ceng2/R7/HR-Online)

- Advertisment -