Pelaku Usaha Terdampak Corona, Dinas KUKMP Kota Banjar: Ada Bantuan Pemerintah

Pelaku Usaha
Ilustrasi. Foto: Net/Ist

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kota Banjar, Jawa Barat, tak perlu merasa khawatir dengan berkurangnya pemasukan imbas diberlakukannya kebijakan sosial distancing dalam pencegahan Covid-19.

Pasalnya, pihak pemerintah bakal memberikan bantuan kepada para pelaku UMKM yang terdampak wabah virus Corona agar usaha mereka tetap berjalan.

Hal itu sebagaimana dikatakan Kepala Bidang UMKM Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perdagangan dan Industri (KUKMP) Kota Banjar, Tatang Nugraha, saat dikonfirmasi HR Online, Jum’at (27/3/20).

“Iya betul ada program bantuan. Hari ini juga kami ada rapat tapi masih sebatas pengajuan data UMKM terdampak sebagai dasar pengajuan anggaran,” kata Tatang kepada HR Online.

Setelah dilakukan pendataan secara non fisik, kata Tatang, dari data yang ada sementara ini ada sekitar 3.500 pelaku usaha yang terdampak secara langsung namun angka tersebut masih data sepihak dari Dinas.

“Belum kita cek ke lapangan, artinya masih data sepihak. Nanti akan kami verifikasi ulang agar semua yang terdampak dapat terakomodir,” katanya.

Adapun terkait teknis pelaksanaan dan bentuk bantuan yang akan diberikan, lanjut Tatang, sementara ini bentuk bantuannya belum diputuskan entah berupa barang atau pun bentuk nominal uang.

“Kalau jenis bantuannya belum ditentukan karena baru rapat pengajuan untuk anggaran. Semoga minggu depan sudah ada mekanisme untuk menanggulangi UMKM terdampak covid19,” harapnya.

Ditanya lebih detail tentang peruntukan bantuan bagi warga terdampak selain  pelaku UMKM, ia tidak memberikan keterangan lebih jauh mengingat hal itu di luar tupoksi dinas KUKMP.

“Kalau kami hanya melakukan pendataan kepada para pelaku UMKM saja. Jadi sesuai tupoksi masing-masing,” katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinsos P3A Kota Banjar, Hani Supartini mengatakan, sejauh ini belum dapat informasi terkait teknis dan program tersebut karena biasanya akan dirumuskan terlebih dahulu di tingkat provinsi.

“Biasanya di provinsi dulu baru teknisnya nanti dijelaskan ke kabupaten atau kota tapi yang jelas pelaksanaan sesuai tupoksi,” kata Hani.

Sebelumnya ramai diberitakan, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengatakan, pihaknya akan memberikan bantuan tunai sebesar Rp 500 ribu per KK dengan sepertiga nilai bantuan berupa kebutuhan pokok.

Rencananya mulai minggu depan program bantuan Provinsi tersebut akan digulirkan kepada para keluarga terdampak wabah virus corona. (Muhlisin/R6/HR-Online)

Loading...