Minggu, Mei 29, 2022
BerandaBerita CiamisPemain Jebolan 'Galuh Utama Football Academy' Ciamis Merumput Bersama Timnas Pelajar di...

Pemain Jebolan ‘Galuh Utama Football Academy’ Ciamis Merumput Bersama Timnas Pelajar di Portugal

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Agustiana, salah seorang putra daerah asal Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis membuat bangga masyarakat Ciamis. Pasalnya, pelajar yang menimba ilmu sepak bola di Galuh Utama Football Academy ini dipanggil masuk Timnas Pelajar Indonesia U-16. Bukan itu saja, pelajar SMK Ma’arif NU Ciamis tersebut juga akan mengikuti Diklat di Portugal.

Johan Jauhari Anwari, Founder Galuh Utama Football Academy yang juga  Sekretaris Komite SMK Maarif NU Ciamis, ketika dihubungi HR, Selasa, (3/3/2020), mengatakan, pihaknya merasa bangga karena anak didiknya bisa masuk Timnas Pelajar U-16 di bawah pelatih Rocky Putirai.

“Jelas kami sangat bangga sekali dengan prestasi yang ditorehkan Agustiana di bidang olahraga sepak bola, sehingga dia bisa terpilih dan masuk timnas pelajar dan bisa mengikuti TC dan langsung mengikuti turnamen Ibek Cup di Portugal 29 Februari 2020 selama dua minggu,” ungkapnya.

Lebih lanjut kata Johan, Agustiana yang juga memiliki nama panggilan Uye, kesehariannya belajar formal di SMK Ma’arif NU Ciamis, namun karena keahliannya bermain bola, maka dia dimasukan ke Galuh Utama Football Academy, dari situlah dia intensif menimba ilmu sepak bola.

“Sehari-hari Uye belajar sepakbola di lapangan Desa Utama dan Kertaharja sebagai home base Galuh Utama Football Academy. Karena asrama belum selesai, maka Uye dan siswa akademi lainnya sementara masih tinggal di rumahnya ,” katanya.

Kata Johan, dengan terpanggilnya Uye, pihaknya mengurus pemberangkatan Uye ke Portugal, mulai dari rekomendasi sekolah SMK Ma’rif NU, surat rekomendasi dari Dinas Pendidikan Jawa Barat, serta mengurus pasport.

Belajar di SMK Ma’arif NU Ciamis

Lanjut Johan, semua siswa yang belajar Academy Galuh Utama Football belajar formal di SMK Ma’arif NU Ciamis maupun di sekolah lain. Ini berarti belum banyak siswa yag full mengikuti kurikulum akademi dan tinggal bersama di Asrama.

“Baru 8 siswa, dari 20 siswa sistem belajar Diklat karena bersekolah formal di sekolah lain, sehingga tidak bisa mengikuti semua kurikulum akademi. Ke depan, punya harapan semua menjadi siswa akademi, dimana setiap hari mengikuti pembelajaran olah bola sepak, tanpa meninggalkan pembelajaran sekolah formal dengan inovasi kurikulum berbasis karakter,” jelasnya.

Johan mengatakan, setelah TC di Bandung, tanggal 29 Februari 2020, Uye langsung berangkat bersama pemain lainnya menuju Portugal melaksanakan Diklat dan juga mengarungi turnamen Iber Cup.  

“Saya yakin Uye lolos untuk mengikuti Diklat di Portugal karena dia memiliki kelebihan fisik di atas rata-rata pemin seusianya dan juga mempunyai skill bermain sepak bola yang baik meski semua peserta seleksi Timnas pasti bagus-bagus,” jelasnya.

Belajar di Galuh Utama Football Academy dan Bermain di Klub Putra Kerti Pamarican

Bahkan menurut Johan, Uye sendiri di kampung halamannya sering bermain untuk Klub Putra Kerti Pamarican.

Baca Juga: Masuk Timnas Pelajar, Pemain Sepak Bola U-16 Asal Ciamis Ini Bakal Diberangkatkan ke Portugal

“Dia selalu mendapatkan dispensasi dari sekolah dan Galuh Utama Football ketika klub tersebut mengikuti turmanen dan itu sangat bagus, sehingga bisa mengaplikasikan ilmu belajar di akademi agar banyak jam terbang bermain,” ungkapnya.

Hal senada dikatakan Maftuh Salam kepala sekolah SMK Maa’rif NU Ciamis. Ketika ditemui HR Online, Maftuh mengaku bangga dengan terpilihnya Agustiana masuk Timnas Pelajar U-16, sehingga membawa kebanggan tersendiri untuk sekolah dan keluarga.

“Jelas ini menjadi kebanggaan bagi kami dari sekolah dengan prestasi Agustiana, maka dari itu kami mendo’akan supaya dia bisa bermain bagus bersama Timnas nanti di Portugal baik saat diklat maupun mengikuti turnamennya,” ujarnya.

Maftuh menambahkan kesempatan yang didapat Uye harus digunakan sebagai pembelajaran yang baik, sehingga ke depan Uye bisa menjadi pemain bola profesional.

“Karena menjadi pemain bola yang bagus harus melaui proses, salah satunya yang dia jalani saat ini,” tandasnya. (ES/R7/Koran-HR)

- Advertisment -