Kamis, Mei 19, 2022
BerandaBerita CiamisPemkab Ciamis Diminta Tidak Terlena dengan Status Zona Hijau

Pemkab Ciamis Diminta Tidak Terlena dengan Status Zona Hijau

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Akademisi Universitas Galuh, Hendra Sukarman angkat bicara terkait penanganan Covid-19 di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Hendra meminta Pemerintah Kabupaten Ciamis tidak terlena dengan status zona hijau yang sekarang disandang Ciamis. Apalagi saat ini ada lonjakan pemudik yang datang dari luar daerah, terutama dari daerah zona merah.

Hendra menyampaikan, Pemerintah Daerah Kabupaten Ciamis segera mengambil langkah tegas dalam untuk menangani Covid-19. Saat ini memang Ciamis dikategorikan Zona Hijau, namun antisipasi perlu dilakukan.

“Fenomena eksodus memang terjadi saat dilakukan physical distancing di kota-kota besar terutama Jabodetabek. Mengakibatkan lonjakan eksodus, dimana orang-orang Ciamis banyak yang pulang kampung,” terang Hendra kepada HR Online, Jum’at (27/03/2020).

Dia menyarankan Dinas Kesehatan yang menjadi garda terdepan dalam penanganan Covid-19 melakukan langkah preventif.

“Kita mempunyai Rumah Sakit Kawali sekarang yang belum bisa digunakan, makanya disarankan harus diaktifkan dan operasionalkan. Persiapan Rumah Sakit Kawali untuk masyarakat yang suspect bilamana terpapar. Namun mudah-mudahan tidak ada, kita berdoa bersama,” ucapnya.

Bukan hanya itu, Rumah Sakit Kawali menurutnya bisa dijadikan sebagai lokasi karantina. Tapi perlu ditunjang dengan alat-alat dan fasilitas memadai untuk antisipasi.

“Skenario lainnya adalah mempertegas warga agar mematuhi protokol. Aparat Pemda harus tersinergi dengan kepolisian dan angkatan bersenjata untuk mengamankan zone tertentu. Agar masyarakat menjadi patuh terhadap protokol,” tegasnya. 

Hendra juga berpesan Pemkab hari ini sebaiknya bersiap mengenai ketahanan pangan bagi masyarakat golongan ekonomi yang rentan. Berbagai stimulus bantuan perlu dipersiapkan dan dirancang secara matang agar tepat sasaran. 

“Jangan terlena dengan Ciamis sekarang zona hijau. Tidak menutup kemungkinan kebijakan nanti saat Ciamis urgent benar-benar menutup untuk daerah lain, maka nantinya perlu memikirkan orang dengan ekonomi rendah,” pungkasnya. (Fahmi/R7/HR-Online)

- Advertisment -