Senin, Mei 23, 2022
BerandaBerita PangandaranPemkab Pangandaran Akan Pertimbangkan Opsi Lockdown

Pemkab Pangandaran Akan Pertimbangkan Opsi Lockdown

Berita Pangandaran (harapanrakyat.com).- Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata, akan mempertimbangkan pemberlakuan opsi lockdown di Kabupaten Pangandaran. Pertimbangan tersebut akan dilakukan dalam sebuah pembahasan bersama semua unsur terkait, untuk menentukan kebijakan terkait upaya pencegahan penyebaran corona di daerah wisata Pangandaran.

“Kita akan melakukan pembahasan dengan DPRD, tokoh masyarakat, tokoh agama dan semua stakeholder, pada Senin (16/3/2020) besok untuk membahas opsi lockdown di Pangandaran,” ujar Jeje Wiradinata, Minggu (15/3/2020).

Menurutnya, saat ini di Kabupaten Pangandaran banyak kegiatan keagamaan yang melibatkan masa banyak, tentu untuk melakukan opsi lockdown harus dibahas dan dipertimbangkan dengan tokoh agama dan masyarakat.

“Maka dari itu soal opsi lockdown diperlukan atau tidak di Pangandaran, harus menunggu hasil rapar Senin dulu,” tegas Jeje.

Kata Jeje, Pangandaran adalah daerah yang  wisata yang setiap saat banyak dikunjungi wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Selain itu, banyak masyarakat Pangandaran yang menggantungkan hidup dari sektor pariwisata.

“Maka dari itu, kita harus koordinasikan dengan stakeholder terkait termasuk para pelaku usaha, sehingga kita akan mendapat masukan dan jadi pertimbangan dalam memutuskan perlu tidaknya memberlakukan lockdown di Kabupaten Pangandaran,”ungkap Jeje Wiradinata.

Sementara itu terkait sekolah di Pangandaran, pihaknya sudah memerintahkan Dinas Pendidikan untuk meliburkan semua sekolah mulai TK, SD, SMP hingga SMA sejak tanggal 16 sampai 29 Maret 2020. Kegiatan belajar-mengajar dilakukan di rumah dengan menggunakan metode jarak jauh.

“Sesuai dengan surat edaran dari Menteri Pendidikan, Gubernur Jawa Barat dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, kita akan liburkan dulu sekolah sesuai yang diintruksikan,” jelas Jeje.

Pihaknya juga mengimbau agar berbagai kegiatan ke luar daerah seperti studi tour dan sejenisnya, untuk sementara ini ditunda sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan. (Madlani/R8/HR Online)

- Advertisment -