Pemkab Pangandaran Perpanjang Status Darurat Corona

Pemerintah Kabupaten Pangandaran beserta instansi vertikal lainnya menggelar rapat koordinasi dalam upaya percepatan penanganan dan penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Kamis (26/03/2020),
Pemerintah Kabupaten Pangandaran beserta instansi vertikal lainnya menggelar rapat koordinasi dalam upaya percepatan penanganan dan penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Kamis (26/03/2020). Foto: Entang SR/HR.

Berita Pangandaran (harapanrakyat.com),- Pemerintah Kabupaten Pangandaran beserta instansi vertikal lainnya menggelar rapat koordinasi dalam upaya percepatan penanganan dan penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Kamis (26/03/2020), di Aula Setda Pangandaran.

Dalam rapat koordinasi tersebut, Sekda Kabupaten Pangandaran, H. Kusdiana, menyampaikan bahwa status siaga darurat Covid-19 di Kabupaten Pangandaran diperpanjang hingga 29 Mei 2020.

“Status perpanjangan siaga darurat Covid-19 ini juga berlaku di bidang pendidikan. Maka untuk masa belajar di rumah, anak sekolah juga akan diperpanjang,” terangnya.

Menurut Kusdiana, kesadaran masyarakat disaat situasi seperti sekarang ini sangat penting, karena masih ada masyarakat yang melalaikan imbauan dari pemerintah dalam upaya memutus mata rantai virus Corona.

Kusdiana juga mengatakan bahwa pihak pemerintah daerah akan membeli alat pencegahan virus Covid-19, serta alat-alat untuk antiseptik, pengadaan alat sterilisasi dan tempat untuk isolasi pasien.

“Untuk kegiatan konservasi ataupun untuk karantina itu berada di dalam rumah masing-masing, dan  Gugus Tugas Covid-19 bertempat di Setda, yakni di ruangan bawah dan harus ada yang piket,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Kusdiana, pemerintah daerah juga sudah menyiapkan anggaran untuk Babinsa dan Babinkamtibmas, dalam upaya percepatan penanganan dan penanggulangan Covid-19. Namun, mengenai berapa besarannya masih dalam rumusan pihak pemda.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pangandaran, Yani Marzuki, mengatakan, dalam menghadapi wabah Covid-19 ini jangan terlalu panik dan takut.

“Kita harus lihat dulu dari gejala-gejalanya yang ada, apakah di sekitar kita ada orang baru datang dari daerah zona merah atau tidak, dan di Kabupaten Pangandaran ini alhamdulillah belum ada yang positif, cuma ada ODP,” tandasnya.

Sedangkan, terkait HIPMI Pangandaran yang belum lama ini ikut acara di Karawang, pihaknya sudah memantaunya karena masuk sebagai ODP, dan sekarang sudah habis masa ODP-nya. (Ntang/R3/HR-Online)

Loading...