Minggu, Januari 23, 2022
BerandaBerita TerbaruPenemuan Fosil Wonder Chicken, Burung Modern Berumur 66 Juta Tahun

Penemuan Fosil Wonder Chicken, Burung Modern Berumur 66 Juta Tahun

Penemuan fosil Wonder Chicken cukup menyita perhatian, baik itu di kalangan ilmuwan maupun publik. Hal ini dikarenakan Wonder Chicken adalah nenek moyang burung modern paling awal yang diketahui.

Nama Wonder Chicken sendiri diberikan secara khusus oleh para ilmuwan AS dan Inggris. Dibalik namanya yang bak superhero, diketahui juga bahwa usianya telah mencapai 66 juta tahun.

Bagi anda yang sudah semakin penasaran dengan penemuan fosil burung modern ini, ada baiknya anda ikuti ulasan selengkapnya yang kami bagikan berikut.

Penemuan Fosil Wonder Chicken

Fosil Wonder Chicken terlihat di wilayah Eropa, tepatnya di dekat perbatasan antara Belgia dan Belanda. Saat pertama kali ditemukan, terlihat jelas bahwa tengkoraknya hampir lengkap.

Sebelum meyakini bahwa temuannya tersebut adalah tengkorak, periset mulanya menduga tulang kaki biasa yang terlihat dari batu yang pecah.

 Baca juga: Hewan Pelanduk Berwajah Tikus Berbadan Rusa

Hanya saja, teknologi komputer membantah anggapan tersebut. Para peneliti memanfaatkan pemindaian sinar X yang memiliki resolusi tinggi sehingga mampu melihat dengan jelas fosilnya.

Hal ini sebagaimana yang dikutip dari Archyde pada 18 Maret 2020. Penemuan fosil Wonder Chicken ini lantas mengundang rasa penasaran ilmuwan untuk terus menelitinya.

Dalam penelitian yang dilakukan, para ilmuwan berhasil mengungkap jenis burung apa itu. Diketahui bahwa fosil yang ditemukan tersebut adalah milik spesies Asteriornis maastrichtensis.

Spesies ini dulunya hidup bersama dengan dinosaurus. Asteriornis maastrichtensis tumbuh di tengah zaman dinosaurus sebelum kepunahan cretaceous-paleogene terjadi.

Dimana kepunahan tersebut telah menghilangkan 75% semua spesies yang ada di Bumi. Terkait penemuan ini, Daniel Field selaku ahli paleontologi Universitas Cambridge mau angkat bicara.

Menurutnya, fosil yang berasal dari suatu massa sangat penting dalam mempelajari sejarah Bumi. Penemuan fosil Wonder Chicken ini memang luar biasa. Bahkan tengkorak Wonder Chicken termasuk salah satu fosil tengkorak burung terawet.

Karakteristik Asteriornis Maastrichtensis

Penelitian lebih lanjut terhadap penemuan fosil Asteriornis maastrichtensis ternyata juga bisa berhasil mengungkap bagaimana karakteristiknya.

Diketahui bahwa spesies Asteriornis maastrichtensis ini memiliki ukuran tubuh seperti ukuran bebek kecil. Hanya saja, Asteriornis maastrichtensis mempunyai kaki yang lebih panjang.

Baca juga: Semut Paling Berbahaya di Dunia, Bisa Membunuh Manusia Sekali Gigit

Dari karakteristiknya ini, Asteriornis maastrichtensis sekilas menyerupai burung puyuh, burung, kalkun, dan bahkan ayam. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa Asteriornis maastrichtensis dijuluki Wonder Chicken.

Selain mengungkap karakteristiknya dalam penemuan fosil Wonder Chicken, ilmuwan juga meyakini bahwa dulunya Asteriornis maastrichtensis suka menghuni sepanjang pantai.

Sebagai burung modern pun, Asteriornis maastrichtensis diperkirakan bisa terbang. Tak bisa dipungkiri bahwa karakteristik yang dibawanya memang mengesankan.

Fakta Temuan Fosil Asteriornis Maastrichtensis

Perlu untuk anda ketahui, sebenarnya masih ada banyak fakta menarik lainnya seputar penemuan fosil Asteriornis maastrichtensis.

Adapun salah satunya yaitu asal nama Asteriornis maastrichtensis. Nama spesies ini berasal dari Kota Maastricht. Dimana berada di dekat tambang lokasi temuan fosilnya.

Sementara untuk Asteria adalah dewi bintang jatuh yang berasal dari mitologi Yunani. Dewi dalam penamaan penemuan fosil Wonder Chicken ini dikisahkan telah mengubah dirinya menjadi burung puyuh.

Baca juga: Burung Paling Langka di Dunia ini Nyaris Punah!

Hal ini dilakukannya bukan tanpa alasan. Perubahan wujudnya bertujuan agar bisa meloloskan diri dari Zeus. Dari asal usul namanya, seakan memperlihatkan bahwa Asteriornis maastrichtensis memang istimewa.

Selain fakta seputar asal namanya, fakta mengenai tanggapan Albert Chen juga menarik untuk disimak. Albert Chen sendiri adalah salah satu peneliti yang juga ikut andil dalam studi penemuan ini.

Menurut Albert Chen, asal usul keberagaman burung selama ini memang masih menjadi misteri. Walau demikian, temuan fosil Asteriornis maastrichtensis bisa sedikit mengungkap mengenai sejarah evolusi burung modern.

Lebih lanjut, Albert Chen juga menyebut bahwa penemuan fosil Wonder Chicken ini bukanlah temuan biasa. Berkat adanya penemuan ini, bisa menjadi bukti bahwa Eropa adalah wilayah kunci dalam keberlangsungan evolusi awal burung modern.

Terlepas dari itu semua, hingga kini ilmuwan masih terus melakukan penelitian. Penelitian yang lebih mendalam dilakukan dengan harapan bisa mengungkap fakta lainnya.

Begitupun dengan fakta mengenai bagaimana sejumlah spesies burung purba bisa selamat dari kepunahan di masa lampau akibat asteroid yang menghantam Bumi.

Penemuan fosil Wonder Chicken ini sendiri telah diterbitkan dalam jurnal Nature. Temuan ini benar-benar menarik untuk dipelajari. (R10/HR-Online)

- Advertisment -