Penjual Jamu di Pangandaran Ini Tawarkan Racikan untuk Tangkal Virus Corona

penjual jamu
Penjual jamu yang ditemui di Dusun Cikangkung, Desa Cikembulan, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran. Foto: Enceng/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Setelah beredar kabar bahwa tanaman obat dan rempah asli Indonesia bisa menangkal penularan Covid-19 atau virus Corona, rupanya dimanfaatkan oleh para penjual jamu. Mereka menjajakan jamu yang terbuat dari bahan kunyit, kayu manis, temulawak, jahe emprit, jahe merah dan serai.

Seperti tukang jamu yang ditemui di Dusun Cikangkung, Desa Cikembulan, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Dia sengaja maracik jamu dari bahan-bahan tanaman dan rempah yang dipercaya bisa mencegah penularan virus Corona.

“Bahan-bahan ini sebenarnya biasa digunakan sebagai bahan membuat jamu. Hanya saja, setelah ramai virus Corona, racikannya dibuat spesial agar khasiatnya lebih terasa,” ujar Narti (59), penjual jamu, Sabtu (21/03/2020).

Narti menambahkan jamu yang dibuatnya itu khusus untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Dia mengaku membuat jamu dengan racikan spesial tersebut menangkap peluang pasar atau setelah banyak permintaan dari konsumen.

“Jamu ini saya beri nama jamu penangkal Corona,” katanya sedikit berkelekar.

Narti yang sudah 48 tahun bergelut di usaha jamu tradisional ini mengaku sudah paham betul membuat racikan jamu dengan berbagai bahan tanaman dan rempah.

“Awalnya saya tahu dari pelanggan, katanya kepengin jamu yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh untuk menangkal virus corona. Kalau untuk itu saya sudah tahu bahan racikannya. Makanya saya buat jamu spesial untuk kebutuhan tersebut,” ujarnya.

Narti yang setiap hari berjualan jamu keliling di wilayah Sidamulih Pangandaran ini mengaku usahanya kini tengah laris dan banyak dicari masyarakat.

“Biasanya saya bawa jamu sebanyak 15 liter. Sekarang bawa jamu 20 liter saja siangnya sudah habis. Memang permintaan jamu sekarang sedang meningkat,” ujarnya.

Namun begitu, lanjut Narti, dengan banyaknya permintaan membuat dirinya harus bangun tidur lebih awal. “Sekarang jam 3 pagi saya harus mulai meracik jamu. Terutama membuat racikan jamu untuk penangkal corona itu. Tapi alhamdulilah dagangan saya sekarang cepat habis,” katanya.

Jamu yang berkhasiat untuk menangkal virus corona itu dibandrol dengan harga Rp. 7000 per gelas. Memang harga jamu itu lebih mahal dibanding jamu biasa yang hanya dibandrol Rp. 4000 per gelas. (Ceng2/R2/HR-Online)