Rabu, Mei 25, 2022
BerandaBerita BanjarProgram Sembako, Dinsos P3A Kota Banjar Cek Gudang Bulog Bersama Tim

Program Sembako, Dinsos P3A Kota Banjar Cek Gudang Bulog Bersama Tim

Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kota Banjar, bersama tim dari berbagai instansi melakukan pengecekan bantuan Program Sembako yang akan disalurkan ke Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kota Banjar.

Dalam pengecekan yang berlangsung di Gudang Bulog Kota Banjar ini dihadiri perwakilan dari Dinas Pertanian, DISKUKMP, serta tim Bansos Pangan dari Kepolisian Kota Banjar.

Pantauan Koran HR di lapangan, tim selain mengecek kualitas beras yang akan disalurkan, juga mengecek sejumlah komoditi yang sudah disiapkan suplayer, yakni Bulog, seperti buah-buahan berupa apel.

Kepala Dinsos P3A Kota Banjar, Asep Tatang, mengatakan, pengecekan bahan bantuan tersebut sudah menjadi kewajiban sebelum didistribusikan kepada KPM. Sehingga, kualitas yang diterima sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Khusus di Kota Banjar memang bantuan yang akan disalurkan itu dicek dulu, baik kualitasnya, beratnya, hingga harganya. Itu bukan kita saja yang mengecek, tapi ada dari tim, seperti Polisi, Dinas Perdagangan, maupun Dinas Pertanian. Jadi, ketika dibagikan sudah dijamin baik,” katanya, kepada Koran HR, Selasa (17/03/2020).

Tatang juga mengatakan, apabila hasil dari pengecekan ini terdapat sesuatu yang belum memenuhi syarat, maka sudah tentu bantuan tersebut belum bisa disalurkan. Jadi, kualitasnya benar-benar dijaga dengan baik.

“Dengan adanya pemeriksaan dari tim, kualitas bantuan Program Sembako ini bisa terus terjaga dengan baik,” imbuhnya.

Program sembako ini, lanjut Tatang, merupakan perbaikan dari program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Dari sisi jumlah dalam program BPNT, KPM menerima bantuan sebesar Rp 110 ribu. Namun, dalam Program Sembako, KPM mendapatkan sebesar Rp 150 ribu setiap bulannya.

“Ada 8.006 KPM di Kota Banjar yang menerima bantuan ini setiap bulan. Bantuan ini didistribusikan oleh Bulog ke E-Warung, kemudian diambil oleh KPM. Jadi ini non tunai,” pungkas Tatang. (Muhafid/Koran-HR)

- Advertisment -