Selasa, Mei 24, 2022
BerandaBerita BanjarPuluhan Tahun Jadi Petugas Kebersihan, Rasman (60) Bersihkan Sampah Pasar Kota Banjar...

Puluhan Tahun Jadi Petugas Kebersihan, Rasman (60) Bersihkan Sampah Pasar Kota Banjar Hingga Larut Malam

Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Berbekal gerobak kuning, sapu lidi, dan cikrak (keranjang untuk mengambil dan membuang sampah), Rasman (60), petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Banjar, nampak membersihkan sampah sisa limbah pedagang pasar yang tertinggal dan tercecer di sepanjang jalan kawasan Pasar Banjar.

Meski waktu menunjukan pukul 22:00 WIB, namun Rasman masih bersemangat memasukan sampah dan menggeret gerobak kuning kebanggaannya dari satu titik ke lokasi yang lain.

“Memang jadwalnya sore mas, soalnya kalau siang masih digunakan berjualan. Biasanya saya memulai aktivitas dari jam 4 sore, dan baru selesai sekitar pukul 12 malam,” tuturnya, di sela waktu istirahatnya, kepada Koran HR, Rabu (11/03/2020) malam.

Rasman tak sendiri, ada beberapa teman lain yang mempunyai jadwal bersih-bersih hingga malam hari, hanya saja tidak berada satu lokasi karena memang sudah ada tugas pembagian wilayah untuk sektor pasar.

Ia bersama teman-temannya berusaha menyelesaikan pekerjaan tersebut dengan senang, tanpa perlu berkeluh kesah, karena menurutnya setiap pekerjaan yang dilakukan harus dikerjakan dengan tulus dan penuh rasa syukur.

“Adu dua orang, cuma teman saya areanya membersihkan jalan blok pasar bagian tengah, dari Jalan Kehutanan sampai depan ATM BRI,” terang kakek yang sudah 20 tahun lebih menjadi petugas kebersihan.

Rp 900 Ribu Perbulan

Selama puluhan tahun menjadi petugas kebersihan, Rasman pun menceritakan pengalamanya mendapat tunjangan insentif dari pemerintah dari mulai Rp 15 ribu di tahun 1979, sampai sekarang sebesar Rp 900 per bulan.

Bahkan, kata Rasman, saat ini juga masih ada yang mendapatkan insentif sebesar Rp 400 ribu per bulan, tergantung pekerjaan dan lamanya masa tugas pengabdian.

“Kalau kenaikan ya memang ada, tapi biasanya tiap tahun, paling dikasih bonus kalau lagi ada penilaian Adipura kebersihan kota,” ungkapnya.

Meski belum tentu cukup menurut hitungan ekonomi, namun soal rezeki menurutnya sudah ada yang mengatur, dan tidak melulu soal materi.

“Rezeki bisa datang dari mana aja, kalau soal kurang, semua juga akan bilang kurang. Disyukuri saja,” pungkas Rasman. (Muhlisin/Koran-HR)

- Advertisment -