Puskesmas di Ciamis Kekurangan APD, Ini Kata Jubir Covid-19 Center

puskesmas di Ciamis
Juru Bicara Covid-19 Center Ciamis, dr Bayu Yudiawan. Foto: Dok Humas Ciamis.

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Sejumlah Puskesmas di Ciamis, Jawa Barat kekurangan Alat Pelindung Diri (APD), padahal fasilitas kesehatan ini adalah tempat yang pertama didatangi oleh sejumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Apalagi saat pemudik dari luar kota bahkan dari daerah zona merah membludak, Puskesmas jadi garda terdepan yang melakukan screening pertama bagi para ODP.

Baca Juga: Banyak Pemudik, Penyebab ODP di Ciamis Melonjak Hingga 76 Orang

Puskesmas Rancah, jadi salah satu Puskesmas yang kekurangan APD. Tenaga medis di Puskesmas Rancah bahkan menggunakan jas hujan saat memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Juru Bicara Covid-19 Center Ciamis, dr Bayu Yudiawan, menanggapi kondisi tersebut. Menurutnya, beberapa Puskesmas ada yang tidak bisa memberikan pelayanan dengan baik karena tidak ada APD.

“Kondisi ini tidak hanya terjadi di Ciamis, bahkan di seluruh Indonesia pun sama. Kita kesulitan untuk mendapatkan APD,” kata dr Bayu, Kamis (25/3/2020).

Baca Juga: Petugas Puskesmas di Ciamis Kenakan Jas Hujan untuk Cegah Penularan Corona

Meskipun begitu, kata dia, sudah diupayakan pengadaan APD untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis di Puskesmas, meskipun harganya tinggi.

“APD sudah diadakan dengan usaha dan bantuan masyarakat meski dengan harga melambung sudah disiapkan untuk petugas kesehatan namun masih secara parsial atau disediakan bagi yang bertugas menghadapi pasien yang dicurigai atau mengalami gejala Covid-19,” katanya.

Lanjut dr Bayu, pegawai Dinas Kesehatan termasuk petugas kesehatan di Puskesmas tidak mengikuti WFH (Work From Home), namun terus bertugas untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan masyarakat.

“Dinas Kesehatan tidak mengikuti WFH kita terus bekerja, perlu dukungan yang lainnya untuk melawan Corona,” katanya.

Bayu berharap layanan Puskesmas dapat mengakomodir kebutuhan masyarakat, saat ini pun pihaknya berusaha untuk mengkordinir pengadaan APD.

“Intinya Puskesmas jangan sampai kosong, karena kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan harus terakomodir,” ucapnya.

Bayu juga menambahkan, sosialisasi pencegahan Covid-19 terus dilakukan ke masyarakat, peran Puskesmas dalam sosialisasi ini sangat diperlukan. (Ndu/R7/HR-Online)

Loading...