Sabun Cuci Alami yang Ramah Lingkungan

Sabun Cuci Alami
Buah lerak yang bisa dijadikan sabun cuci alami. Foto: Net/Ist

Sabun cuci alami menjadi sesuatu yang cukup langka di tengah banyak sabun berbahan kimia. Sabun cuci ini bisa menjadi alternatif bagi yang ingin beralih ke bahan yang alami.

Mencuci merupakan kegiatan sehari-hari yang biasa kita lakukan sebelum melakukan kegiatan. Sebenarnya, bangsa Indonesia memiliki sabun cuci alami peninggalan nenek moyang.

Namun sayangnya tidak banyak orang mengetahuinya. Sabun cuci alami itu terbuat dari biji buah lerak.

Lerak merupakan sebuah pohon liar yang banyak tumbuh di wilayah bercuaca tropis, seperti Indonesia. Pohon ini dapat tumbuh di hutan dengan ketinggian 800-1500 diatas permukaan laut.

Biji buah ini mempunyai nama lain soapberries  atau soapnuts yang  bisa dipakai untuk membuat sabun cuci adalah biji buah lerak. 

Lerak apabila sudah matang berwarna coklat kehitam-hitaman. Bentuknya bulat dan bijinya cukup keras seperti kelereng. 

Buah lerak ini mengandung banyak khasiat diantaranya dapat digunakan untuk sabun cuci pakaian, sabun cuci piring atau gerabah rumah tangga, sabun mandi, sabun cuci muka, hingga mengepel lantai.

Bahkan biji buah ini dapat mencegah tumbuhnya jerawat. Dan daging buah lerak mengandung obat-obatan seperti insektisida dan surtfanctant alami yang berkhasiat membunuh hama pada tanaman. 

Khasiat lainnya dapat membuat membersihkan baju dari kotoran. Biasanya, biji buah lerak digunakan untuk mencuci batik. Hal ini dilakukan agar warna batik tetap cemerlang dan bagus.

Biji buah lerak yang mengandung senyawa saponin. Saponin ini yang akan mengeluarkan busa dan dapat digunakan untuk mencuci berbagai pakaian dan perabot.

Selain dapat lebih hemat, biji buah lerak juga dapat membuat ramah lingkungan, tidak merusak komponen tanah dan tidak mencemari sungai.

Mengolah Lerak menjadi Sabun Cuci Alami

Biji buah lerak dapat digunakan menjadi sabun cuci alami jika telah diolah. Cara mengolahnya yaitu bisa dengan dua cara.

Pertama dengan cara memecahkan buahnya, mengambil bijinya, lalu membelahnya menjadi dua atau lebih lalu rendam dengan air selama dua malam. Biji buah bisa direndam dengan air hangat maupun dengan air biasa.

Dua biji lerak direndam dengan 100 liter air. Semakin lama biji lerak direndam maka akan semakin melunak dan akan mengeuarkan busa jika dipijit atau diremas.

Busa dari biji ini berasal dari senyawa saponin. Dan dengan air rendaman inilah yang dapat kita gunakan untuk mencuci.

Kedua dalam mengolah biji buah lerak yaitu dengan memecahkan buahnya, mengambil bijinya, lalu membelahnya dan rebus sampai mendidih.

Lalu tunggulah hingga mengental. Remas atau pijit biji buah lerak, lalu diamkan hingga dingin. Setelah itu saringlah airnya. Air saringan tersebut dapat digunakan untuk mencuci.

Biji buah lerak ini tidak hanya digunakan sekali saja. Namun dapat dipakai berkali-kali, selagi biji buah ini masih mengeluarkan busa dan masih mengandung senyawa saponin didalamnya.

Sebagai bangsa Indonesia sudah seharusnya mengetahui akan sabun cuci alami peninggalan nenek moyang yang terbuat dari biji buah lerak. (Muhafid/R6/HR-Online)