Nafasnya Sempat Terhenti, Salah Satu Korban Keracunan Jamur Kawali Ciamis Dirawat di ICU

Nafasnya Sempat Terhenti, Salah Satu Korban Keracunan Jamur Kawali Ciamis Dirawat ICU
Korban keracunan jamur asal Kawali Ciamis dirawat di RSUD Ciamis, Selasa (10/03/2020). Foto:Istimewa

Berita Ciamis (harapanrakyat.com).- Belasan warga Kawali Ciamis keracunan usai makan jamur, Selasa (10/03/2020). Para korban akhirnya dilarikan ke Puskesmas dan sebagian lagi ke RSUD Ciamis. Mereka mengalami gejala mual, pusing dan muntah usai menyantap jamur yang ditemukan warga di kebun.

Direktur RSUD Ciamis dr Rizali Sopyan membenarkan pihak RSUD Ciamis saat ini tengah menangani empat orang pasien diduga keracunan jamur. Kata dia, gejala yang dialami korban umumnya mengalami pusing, muntah dan mual.

“Menurut informasi, warga ini menemukan jamur cukup banyak di kebun, mereka tidak tahu jenis jamur apa yang mereka masa sampai akhirya keracunan,” terang dr Rizali saat ditemui di ruang IGD RSUD Ciamis, Selasa (10/3/2020).

Kata dia, dari keempat pasien yang diduga keracunan ini, satu diantaranya harus dirawat di ruang ICU atas nama Hamid (65). Hamid terpaksa harus mendapat perawatan intensif karena nafasnya sempat terhenti sejenak. “Namun alhamdulillah setelah mendapat penanganan medis, pasien atas nama Hamid sudah kembali normal,” ujarnya.

Sementara itu, 2 pasien lainnya atas nama Riki Maulana (15) dan Yaya (41) masih menjalani perawatan di ruang IGD. Sedangkan 1 orang lainnya Asep Ari (24) telah pulang karena kondisinya yang sudah membaik.

“Umumnya para pasien saat ini kondisinya mulai stabil, sudah membaik. Satu orang sudah bisa pulang, dan hari ini korban atas nama Yaya juga sudah boleh pulang,” katanya.

Keracunan Jamur Pemberian Tetangga

Sementara itu, salah satu korban keracunan jamur, Riki Maulana  (15) menuturkan, pada Senin (9/3/2020) sore, dia memakan jamur dan nasi putih dengan cukup lahap. Namun tak lama kemudian, Riki merasakan gejalan aneh yakni keluar keringat dingin dan pandangan matanya agak kabur. Riki pun langsung dibawa ke Puskesmas oleh orang tuanya dan dirujuk ke RSUD Ciamis.

Ibunda Riki, Siti Solehah, menambahkan, dia mendapat jamur dari pemberian tetangganya yang menemukan banyak jamur di kebun. Tanpa pikir panjang Siti pun langsung memasaknya.

 “Yang makan jamur itu kakak ipar saya Pak Hamid, dan anak saya Riki, setelah makan jamur, keduanya malah keracunan dan harus masuk rumah sakit,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, belasan warga dari Desa Linggapura dan Desa Kawali, kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mengalami keracunan usai menyantap jamur, Selasa (10/3/2020) pagi. Keempat belas warga yang keracunan jamur tersebut lalu diilarikan ke RSUD Ciamis.

Perangkat Desa Linggapura, Karsa Sukarsa, membenarkan kejadian keracunan yang menimpa warganya tersebut. “Di Desa Linggapura ada dua keluarga yang keracunan jamur, yakni keluarga Arip dan Hamid, sementara satu keluarga lainnya dari Desa Kawali,” ujarnya, kepada HR Online Selasa (10/3/2020).

Kata dia, para korban diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi jamur yang didapat dari kebun. Warga yang mengonsumsi jamur awalnya mengalami mual-mual, pusing dan muntah-muntah, sehingga akhirnya di larikan ke RSUD Ciamis.

“Sebetulnya masyarakat sudah terbiasa mengonsumsi jamur, kemungkinan jamur yang dikonsumsi warga ini beracun,” katanya.

Karsa menambahkan, untuk mengetahui kadar racun pada jamur yang dikonsumsi warga, Dinas terkait saat ini sudah mengambil sampel jamur untuk selanjutnya dilakukan uji di laboraturium. (Fahmi2/R8/HR Online)

Loading...