Sebuah Pabrik Kerupuk di Kota Banjar Hangus Dilalap Si Jago Merah

Sebuah pabrik kerupuk yang berada di Jalan Gerilya, Lingkungan Pamongkoran, Kelurahan/Kecamatan Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat, hangus dilalap si jago merah, Kamis (05/03/2020), sekitar pukul 18:15 WIB.
Sebuah pabrik kerupuk yang berada di Jalan Gerilya, Lingkungan Pamongkoran, Kelurahan/Kecamatan Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat, hangus dilalap si jago merah, Kamis (05/03/2020), sekitar pukul 18:15 WIB. Foto: Muhlisin/HR.

Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Sebuah pabrik kerupuk yang berada di Jalan Gerilya, Lingkungan Pamongkoran, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat, hangus dilalap si jago merah, Kamis (05/03/2020), sekitar pukul 18:15 WIB.

Diduga kebakaran tersebut berasal dari api tungku tempat pengovenan kerupuk di dalam pabrik yang saat itu sedang digunakan untuk mengeringkan kerupuk.

Pemilik pabrik kerupuk, Ujo Suparjo (52), menuturkan, saat itu ia bersama karyawan dan keluarga hendak melaksanakan sholat maghrib. Namun, tiba-tiba ada yang melihat kobaran api keluar dari bagian atap pabrik.

“Saya langsung teriak-teriak minta tolong kepada warga, kebetulan karyawan ada yang langsung menghubungi pihak pemadam kebakaran, dan karyawan lainnya langsung ambil air untuk memadamkan api,” terangnya, kepada awak media.

Ujo juga menjelaskan, sebelum kejadian ia memang sengaja menggunakan teknik pengovenan untuk mengeringkan kerupuk, karena cuaca seharian mendung, tidak ada panas sinar matahari.

Biasanya, proses pengovenan kerupuk dilakukan hanya sekitar 1-3 jam untuk pengeringan akhir. Tapi karena cuaca hujan, maka pengeringan dilakukan dari pagi sampai sore hari.

“Kemungkinan suhu terlalu panas sehingga api keluar dari tempat pengovenan dan menjalar ke bagian atap, hingga membakar sebagian isi pabrik. Alhamdulillah, kami semua selamat,” ucap Ujo.

Dalam peristiwa itu, beberapa bagian pabrik seperti atap, perabot peralatan kerja, bahan dan kerupuk yang ada di dalam pabrik ikut hangus terbakar.

Sementara itu, BPBD Kota Banjar, Dedi Suardi, melalui Kepala UPTD Damkar, Aam Amijaya, mengatakan, setelah mendapat laporan dari warga, pihaknya langsung mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi kejadian.

“Alhamdulillah, setelah hampir satu jam dibantu warga dan aparat kepolisian, api berhasil dipadamkan. Diperkirakan kerugian sekitar 30 juta rupiah,” katanya.

TCL

Pihaknya pun mengimbau kepada warga masyarakat untuk berhati-hati dan mewaspadai penyebab terjadinya kebakaran, baik di musim penghujan maupun saat musim kemarau. Karena, kebakaran bisa terjadi kapan saja.

“Semua harus waspada, terlebih untuk pabrik-pabrik dan tempat industri yang menggunakan tungku oven sebagai pengering,” pungkas Aam. (Muhlisin/R3/HR-Online)

Loading...