Siaga Covid-19, Stasiun KA Kota Banjar Berlakukan Thermo Scanner pada Calon Penumpang

Calon penumpang kereta api di Stasiun KA Kota Banjar saat dilakukan pemeriksaan suhu badan oleh petugas.
Calon penumpang kereta api di Stasiun KA Kota Banjar saat dilakukan pemeriksaan suhu badan oleh petugas. Foto: Muhlisin/HR.

Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Para petugas di Stasiun Kereta Api Kota Banjar, Jawa Barat, mulai memberlakukan thermo scanner terhadap para calon penumpang yang akan naik kereta api dari Stasiun Banjar sejak hari Minggu (15/03/2020).

Thermo scanner tersebut dilakukan di peron pintu masuk calon penumpang sebagai upaya mewaspadai penyebabaran Virus Corona atau Covid-19.

Pegawai Pelaksana Stasiun Kereta Api Kota Banjar, Pandu Elbar, di dampingi Bagian Unit Kesehatan Stasiun Banjar, Irvan Firmansyah, mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari kebijakan PT KAI DAOP 2 Bandung untuk menjamin pelayanan penumpang.

Selain thermo scanner, di lokasi stasiun juga di sediakan pamflet edukasi tentang Virus Corona, hand sanitizer, disinvektan, dan pos petugas kesehatan.

“Sudah dua hari ini mulai diberlakukan sebagai antisipasi, mengingat stasiun kereta api merupakan arus lalu lintas keramaian padat,” kata Pandu, kepada HR Online, Senin (16/03/20).

Setelah dilakukan pemeriksaan, apabila terdapat calon penumpang dengan suhu panas di atas 38 derajat maka penumpang tersebut tidak boleh melanjutkan perjalanan, dan biaya dikembalikan 100 persen.

Pandu juga menjelaskan, untuk prosedurnya, para calon penumpang terlebih dulu diperiksa suhu badannya. Setelah dinyatakan layak, kemudian penumpang langsung check in melakukan boarding pass tiket sebagai syarat naik kereta api.

“Semua sudah dipersiapkan. Kalau memang ditemukan indikasi, kita langsung lapor ke unit kesehatan. Alhamdulillah, sejauh ini masih aman,” katanya.

Ditanya adanya lonjakan penumpang jelang bulan puasa Ramadhan, Pandu menambahkan, sejauh ini belum ada lonjakan calon penumpang kereta api yang signifikan, dan masih berjalan stabil.

“Belum ada lonjakan, diperkirakan nanti mendekati hari H Ramadhan baru mulai terlihat,” pungkasnya. (Muhlisin/R3/HR-Online)