Selasa, Mei 24, 2022
BerandaBerita CiamisSimpang Siur Kabar Pasien Suspect Corona di Ciamis, Begini Penjelasan Direktur RSUD

Simpang Siur Kabar Pasien Suspect Corona di Ciamis, Begini Penjelasan Direktur RSUD

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Kabar simpang siur terkait pasien suspect Corona di Ciamis beredar di aplikasi pesan WhatsApp, tak sedikit yang mempostingnya di media sosial seperti Facebook. Beberapa postingan menanyakan kabar kebenaran adanya pasien Corona di Ciamis.

Direktur RSUD Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, dr Rijali Sopyan, memberikan klarifikasi terkait kabar adanya pasien suspect Corona di Ciamis.

Pada realese yang diterima HR Online, Sabtu, (14/3/2020), dr Rijali, mengatakan, pada tanggal 13 Maret 2020, seorang pasien datang ke RSUD Ciamis pada pukul 07.25 WIB.

“Pasien kemudian disreening oleh perawat rawat jalan dengan membawa manifest dari pihak Bandara, pasien baru datang dari Malaysia tanggal 4 Maret 2020,” terang dr Rijali.

Pasien kemudian diarahkan menuju ruangan khusus beresiko dengan diantar perawat screening rawat jalan.

“Sekitar pukul 07.50 WIB, petugas ruangan khusus beresiko langsung menerima pasien dan ditempaktan di tempat tidur ruangan khusus,” ungkapnya.

Saat itu juga, lanjut dr Rijali, dilakukan pengisian format pengkajian atau assesment atas pasien masuk ruangan khusus beresiko seperti assesment IGD.

“Pasien Nona AF umur 24 Tahun dari daerah di Kabupaten Ciamis dengan keluhan 2 hari yang lalu ada nafas terasa berat, serta ada riwayat perjalanan dari Malaysia 9 hari yang lalu,” kata dr Rijali.

Setelah diperiksa oleh dokter jaga dari IGD, kemudian dilakukan pemeriksaan penunjang medik yaitu pemeriksaan rontgen dan laboratorium pada jam 09.30 WIB.

“Hasil pemeriksaan rontgen dan laboratorium dikonsulkan kepada dokter spesialis paru. Pada jam 12.30 dokter spesialis paru visite dengan hasil pemeriksaan keadaan umum baik, sesak nafas tidak ada,” katanya.

Pasien Berstatus ODP (Orang dalam Pemantauan) Terkait Corona

Selain itu, dr Rijali menerangkan, suhu pasien normal berada di kisaran 36,6 derajat celcius. Sementara hasil penunjang medis tidak ada yang mengarah pada tanda dan gejala Covid-19.

“Namun oleh dokter spesialis paru kemudian dinyatakan pasien ODP (pasien dalam pemantauan) yaitu pasien boleh pulang dengan pemantauan dari petugas kesehatan (Puskesmas) di tempat tinggalnya,” lanjutnya.

Sementara waktu pasien juga harus beraktivitas di dalam rumah dan dilarang bepergian apalagi ke tempat keramaian.

“Pasien juga diimbau agar membiasakan cuci tangan (hand hyegiene) dan lakukan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) sampai batas pemantauan 28 hari dari kedatangan yaitu sampai tanggal 1 April 2020 mendatang,” pungkasnya. (Ndu/R7/HR-Online)

- Advertisment -