Soal Penutupan Sementara Kawasan Wisata, Begini Kata PHRI Pangandaran

Kunjungan Wisatawan ke Pangandaran
Ketua PHRI Kabupaten Pangandaran, Agus Savana. Foto: Entang/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Pangandaran menanggapi anjloknya tingkat okupansi hotel dan restoran di Pangandaran akibat kebijakan penutupan sementara kawasan wisata akibat corona.

Ketua PHRI Pangandaran, Agus Savana, mengatakan, pihaknya banyak mendapatkan aduan dari pengusaha restoran dan hotel akibat kebijakan ini.

“Sejak virus corona masuk ke Indonesia, sektor pariwisata sangat terpengaruh sekali, termasuk di Pangandaran dengan adanya kebijakan ini. Saat ini banyak hotel dan restoran yang tidak beraktifitas, sehingga tidak sedikit karyawannya dirumahkan sementara,” kata Agus Savana kepada HR Online, Senin (24/3/2020).

Meski karyawan dirumahkan sementara, kata Agus, namun para pengusaha juga berkewajiban tetap membayar karyawannya itu.

Ia pun berharap, agar pemerintah dapat mengurangi atau pun menghilangkan pajak hotel dan restoran, terutama selama penutupan kawasan wisata Pangandaran ini.

“Kami secara kelembagaan mendukung adanya kebijakan ini demi kebaikan bersama. Meski saat ini dirasa sulit bagi para pengusaha, namun kita harap ke depan bisa pulih kembali,” imbuhnya.

Setelah penutupan sementara ini, kata Agus, pihaknya mengapresiasi langkah Bupati Pangandaran yang bakal melakukan promosi besar-besaran untuk wisata Pangandaran, termasuk membebaskan tiket masuk wisata.

“Mudah-mudahan nanti Pangandaran bisa bangkit lagi dan pengunjungnya bisa lebih meningkat,” pungkasnya. (Entang/R6/HR-Online)

Loading...