Kamis, Mei 26, 2022
BerandaArtikelUsia Ideal Menikah Agar Rumah Tangga Langgeng

Usia Ideal Menikah Agar Rumah Tangga Langgeng

Berapakah usia ideal menikah? Menikah adalah sebuah ikatan janji suci yang sakral. Namun saat ini, justru angka perceraian cukup tinggi. Hal tersebut terjadi karena beberapa faktor mulai dari ekonomi hingga umur (pernikahan dini).

Pernikahan di usia remaja memang sudah menjadi hal biasa di Indonesia. Apalagi batas usia menikah dalam UU Perkawinan Nomor 1 tahun 1974 menyebut, batas usia pernikahan laki-laki minimal 19 tahun dan wanita minimal 16 tahun. Hal ini membuat angka pernikahan kalangan remaja cukup tinggi.

Pernikahan dini usia dibawah 20 tahun atau belasan tahun biasanya dilatarbelakangi adat ataupun kehamilan diluar nikah. Namun demikian, berdasarkan laporan BKKBN, bahwa sekitar 50 persen pernikahan dini berakhir dengan perceraian. Lalu berapakah usia ideal menikah agar rumah tangga tetap langgeng?

Berdasarkan UU No. 16 Tahun 2019 sebagai perubahan atas UU No. 1 Tahun 1974 tentang perkawinan mengatur bahwa batas usia pernikahan baik laki-laki dan perempuan adalah sama, yaitu 19 tahun.

Perubahan batas usia pernikahan tersebut sejalan dengan UU Perlindungan Anak yang menyebut bahwa usia 18 tahun masih tergolong anak-anak. Pemerintah mengeluarkan aturan batas usia perkawinan yang sama antara laki-laki dan perempuan sebagai upaya mencegah diskriminasi dalam hak membentuk keluarga.

Remaja Bukan Usia Ideal Menikah

UU No. 1 Tahun 1974 tentang perkawinan mengatur bahwa batas usia pernikahan yakni laki-laki 19 tahun dan perempuan 16 tahun dianggap hal wajar. Namun, pernikahan usia remaja sangat rentan terjadi perceraian, karena belum termasuk usia ideal menikah.

Pernikahan dini usia dibawah 20 tahun atau belasan tahun biasanya dilatarbelakangi adat ataupun kehamilan diluar nikah. Namun demikian, berdasarkan laporan BKKBN, bahwa sekitar 50 persen pernikahan dini berakhir dengan perceraian.

Usia ideal menikah bukanlah di usia remaja. Seseorang yang masih remaja atau belum cukup dewasa dianggap belum memiliki kematangan dalam berpikir terutama untuk menyelesaikan masalah. Selain itu, anak remaja juga kurang memiliki pengalaman dalam menghadapi konflik rumah tangga.

Anak remaja juga biasanya belum memiliki keuangan yang stabil, serta belum memiliki karir pekerjaan yang jelas untuk masa depan. Pernikahan dini juga mempengaruhi kesehatan reproduksi perempuan remaja. Perempuan yang menikah di usia remaja atau belasan tahun bisa berisiko mengalami keguguran, kanker serviks, kematian bayi, penyakit kelamin, bahkan gangguan mental karena tekanan sosial yang harus dipikul sejak saat belia.

Berapa Usia Ideal Pernikahan Agar Rumah Tangga Langgeng?

Sebelum anda memutuskan menikah, pastikan anda tahu dulu berapa usia ideal menikah yang pas untuk anda. Namun dalam sebuah penelitian dan survei mancanegara menyebut, menikah di usia 25 tahun ke atas akan menurunkan resiko angka perceraian hingga 50 persen dibandingkan anda yang menikah usia 20-an

Journal of Social and Personal Relationship pada tahun 2012 menyebut, usia 25 tahun adalah batas usia paling ideal untuk melangsungkan pernikahan.

Sementara menurut Biro Sensus AS pada tahun 2013 mengatakan, usia ideal menikah untuk perempuan di usia 27 tahun dan pria 29 tahun.

Oleh sebab itu, dapat disimpulkan bahwa usia ideal menikah paling tepat adalah di usia 28-32 tahun. Sementara menurut BKKBN, untuk usia menikah perempuan di Indonesia minimal 21 tahun.

Semakin Tua, Semakin Dewasa

Sejumlah ahli percaya, menunda rencana menikah akan membuat rumah tangga lebih ideal dan mapan, selain itu menikah di usia dewasa akan menekan risiko perceraian yang lebih rendah. Banyak alasan yang dikeluarkan para ahli tentang usia ideal menikah di usia pertengahan 20-an hingga 30-an awal.

Salah satu alasannya yakni faktor kedewasaan. Dewasa di sini bukan berarti bertambah umur saja, namun juga di usia yang dewasa, diharapkan kecerdasan emosional dan kematangan pola pikir akan semakin bertambah.

Pada usia pertengahan 20an, seseorang akan lebih memahami mana cinta karena dibutakan nafsu dan cinta yang benar-benar dari ketulusan. Orang yang sudah dewasa juga akan lebih mengerti hak dan tanggung jawab yang dimiliki untuk demi mencapai tujuan hidup berumah tangga. Inilah sebabnya usia pertengahan 20an, menjadi usia ideal menikah yang disarankan berbagai kalangan.

Seseorang yang sudah dewasa, juga akan memiliki kematangan fisik dan finansial yang stabil untuk menghidupi diri sendiri dan keluarganya.

Tingkat Pendidikan Juga Pengaruhi Kelanggengan Rumah Tangga

Selain mempertimbangkan usia ideal menikah, anda juga harus mempertimbangkan aspek pendidikan. Usahakan menikah ditunda dulu setelah lulus sarjana. Orang yang berpendidikan tinggi akan lebih dewasa ketimbang yang pendidikannya rendah.

Sehingga risiko bercerai dari pasangan yang berpendidikan tinggi akan lebih rendah ketimbang yang berpendidikan rendah.

Harus anda pahami, menunda pernikahan hingga lulus kuliah bukan semata-mata mengejar gelar sarjana, namun seseorang yang terpelajar akan lebih memiliki wawasan luas tentang kehidupan nyata. Selain mempertimbangkan usia ideal menikah, pertimbangkan pula aspek pendidikan.

Kapan Harus Menikah?

Keputusan menikah tentunya ada di masing-masing pribadi anda. Keputusan menikah juga tidak bisa didasarkan pada hasil survey semata.

Tidak ada patokan usia ideal menikah atau yang bisa menjamin kebahagiaan pernikahan anda. Pada akhirnya, Anda sendiri yang menentukan waktu yang tepat untuk menikah dan berumah tangga. Mau itu di usia 20-an, 30-an, bahkan 40-an, dan selanjutnya. Faktanya pernikahan ataupun perceraian merupakan fenomena sosial yang memang sulit diukur dengan angka.

Tidak ada yang melarang untuk cepat menikah. Apabila anda sudah siap secara lahir batin serta finansial, untuk menikah muda, itu tidak jadi masalah. Tapi untuk yang memang belum siap dalam segalanya, sebaiknya pertimbangkan dulu.

Bagaimana, apakah anda akan mempertimbangkan usia ideal menikah yang pas untuk anda? Menikah jangan terburu-buru, pastikan semuanya sudah siap baik secara usia maupun finansial, agar kehidupan rumah tangga anda berjalan dengan baik dan terhindar dari resiko perceraian. (Jujang/R8/HR Online)

- Advertisment -