Wabah Virus Corona Ubah Tradisi Dunia, Dilarang Jabat Tangan Sampai Cipika Cipiki

Wabah Virus Corona Ubah Tradisi Dunia
Jabat tangan yang sekarang dihentikan sementara karena adanya wabah virus corona. Foto : net/ist

Wabah virus corona menjadi momok menakutkan saat ini. Bukan hanya di China saja yang merupakan virus corona ini berasal, namun juga di semua negara di belahan dunia, termasuk Indonesia.

Bahkan menurut laporan Johns Hopkins CSSE, berbagai dunia yang menjadi korban keganasan virus corona COVID-19 ini, sampai dengan Selasa (3/3/2020) pagi, sudah mencapai 90.428 kasus.

Di hari sebelumnya, Senin (2/3/2020), kasus COVID-19 ini pada waktu yang sama dan diseluruh dunia mencapai 88.382.

Masih menurut data Johns Hopkins CSSE, China merupakan negara paling banyak dengan 80.144. Kemudian negara Asia lainnya, Korea Selatan sebanyak 4.335 kasus, disusul Italia dengan 2.036, dan Iran 1.501 kasus.

Tidak salah jika wabah virus corona sangat menakutkan, karena korban meninggal dunia sampai Selasa pagi sebanyak 3.117 orang, serta yang berhasil sembuh sebanyak 47.945 orang.

Sementara cara penularan virus mematikan ini, menurut ahli penyakit menular dari University of California, San Francisco, Amerika Serikat, Charles Chiu, MD., PhD, bisa melalui air liur orang yang terkena infeksi.

Air liur itu bisa dari bersin serta batuk yang jarak antara orang terinfeksi tidak lebih dari 2 meter. Pasalnya, dengan kontak jarak dekat itu dapat meningkatkan risiko seseorang terkena virus COVID-19.

Sedangkan kontak jarak dekat yang dapat terpapar COVID-19 antara lain bisa dengan berciuman, jabat tangan atau kegiatan lain yang saling bersentuhan langsung dengan orang terinfeksi.

Selain itu, cara lainnya juga dapat terjadi apabila menyetuh dengan permukaan benda yang ada virus COVID-19. Seperti. HP, saklar, gagang pintu, atau benda lainnya yang pernah disentuh penderita virus COVID-19.

Apabila benda yang terpapar virus mematikan tersebut tersentuh oleh tangah Anda, dan kemudian secara tidak sadar memegang mulut, hidung, mata atau organ tubuh lainnya yang mempunyai selaput lendir, maka Anda juga dapat tertular.

Wabah Virus Corona Mengubah Kebiasaan Berbagai Dunia

Seperti disinggung di atas, bahwa penularan virus mematikan ini bisa dengan bersentuhan langsung baik itu lewat salaman, atau ciuman dan kontak langsung lainnya.

Nah, dengan semakin maraknya wabah virus corona yang menyerang ke berbagai negara di belahan dunia, membuat kebiasaan masyarakatnya ikut berubah,

Kebiasaan-kebiasaan atau adat yang sudah menjadi salah satu tradisi di masing-masing negara seperti salaman atau berjabat tangan sampai pelukan sekarang ini dihindari.

Hal itu untuk menghindari kontak langsung, karena dikhawatirkan akan terpapar virus COVID-19 yang mematikan tersebut.

Mengutip dari Channel News Asia belum lama ini, berikut kebiasaan atau adat masyarakat di masing-masing negara yang sekarang ini berubah, setidaknya sampai kasus infeksi bisa teratasi.

Negara di Asia

China, Korea Selatan, Jepang dan Iran merupakan negara di benua Asia yang paling banyak kasus atau korban wabah virus corona.

Untuk menekan bertambahnya korban akibat keganasan virus mematikan ini, maka tradisi atau kebiasaan masyarakat di negara Asia juga berubah.

China

Sampai saat ini, Negeri Tirai Bambu ini merupakan korban dari kasus COVID-19 paling banyak di dunia. Salah satu kebiasaan tradisi di China adalah berjabat tangan.

Untuk itu, di Beijing sebagai pusat pemerintahan atau ibu kota negara China, melalui pemerintah setempat menyarankan supaya masyarakatnya tidak berjabat tangan atau memegang tangan yang merupakan tanda menyapa.

Namun, untuk menekan korban dari wabah virus corona ini, pemerintah dengan menggunakan alat pengeras suara, memberitahu agar masyarakat melakukan gestur tradisional gong shou.

Tradisi gong shou yaitu dengan meninju telapak tangan dengan orang lain atau berlawanan untuk sekedar menyapa.

Iran

Di negara ini, beredar sebuah video yang memperlihatkan 3 orang teman saling bertemu. Satu dari tiga orang itu tangannya dimasukkan ke saku, sedangkan 2 diantaranya yang memakai topeng atau tutup muka menyenggol atau menepuk kaki satu sama lain sebagai tanda menyapa.

Uni Emirat Arab (UEA) dan Qatar

Salah satu kebiasaan atau tradisi dari UEA dan Qatar adalah salam dari ‘hidung ke hidung’. Selain itu, bersalaman atau jabat tangan dan berciuman, sebagai tanda menyapa.

Namun untuk menekan wabah virus corona di negara tersebut, maka pemerintah menyankan ke warganya untuk menghentikan kebiasaan tersebut. Sebagai ganti dari saling menyapa adalah dengan melambaikan tangan.

Benua Eropa

Wabah virus corona tidak hanya menyerang benua Asia saja, negara-negara di benua Biru ini juga tidak luput dari virus yang mematikan ini.

Jerman

Ada pemandangan yang tidak biasa antara dua pejabat tinggi di Jerman ini. Horst Seehofer sebagai Menteri Dalam Negeri Jerman, pernah menolak ajakan berjabat tangan dengan Kanselir Jerman, Angela Merkel.

Sebagai ganti dari jabat tangan, Seehofer justru menjabat tangannya sendiri sambil tersenyum. Mereka lalu tertawa bersama, kemudian dan Kanselir Jerman mengangkat tangannya sebelum duduk.

Prancis

Wabah virus corona juga mengubah adat dari warga Prancis. Bahkan, media massa di Prancis penuh dengan anjuran bagaimana mengganti bentuk sapaan di negara tersebut, baik itu ciuman di pipi atau juga saling berjabat tangan.

Sebagai gantinya, Philippe Lichtfus seorang ahli etika dari Prancis, memberikan saran menatap mata lawan bicara dapat dilakukan untuk menyapa.

Polandia

Negara Eropa lainnya yang mengubah kebiasaan masyarakatnya adalah Polandia. Meski wabah virus corona membuat khawatir, akan tetapi negara dengan penduduk yang banyak menganut Katolik di benua biru ini, tetap mengijinkan masyarakatnya untuk ikut “persekutuan spiritual”.

Akan tetapi, ketika tradisi spiritual seperti pemberian roti, sebaiknya pakai tangan sendiri, dari pada membiarkan pastur memberikan roti tersebut ke mulut jemaah.

Selain itu, jemaah itu juga disarankan untuk tidak mencelupkan tangannya ke dalam air suci saat masuk serta keluar dari gereja.

Spanyol

Wabah virus corona juga menghentikan sementara tradisi masyarakat Spanyol, yaitu mencium patung Bunda Maria yang biasanya dilakukan sebulan menjelang Paskah.

Sebelum virus ini menjadi momok menakutkan, umumnya orang-orang akan antri untuk mencium kaki atau tangan patung Bunda Maria. Hal itu guna meminta perlindungan.

Romania

Di negara ini, setiap atau tanda awal musim semi diselenggarakan festival Martisor. Pada festival tersebut, para laki-laki memberikan bunga talismanic ke perempuan, dna kadang-kadang diselipi kecupan.

Namun karena adanya wabah virus corona ini, maka pemerintah setempat mendesak orang yang menyerahkan bunga supaya tidak diselipi tanpa ciuman.

Wabah Virus Corona Ubah Tradisi Negara Lainnya

Selain di benua Asia dan Eropa, untuk menghindari masyarakatnya terpapar virus corona maka kebiasaan negara di benua lainnya juga diubah.

Selandia Baru

Wabah virus corona juga mengubah kebiasaan di Selandia Baru. Seperti yang terjadi di beberapa lembaga pendidikan, yang sementara ini menghilangkan tradisi Maori atau hongi.

Tradisi tersebut yaitu 2 orang saling mendekat kemudian menekan hidung mereka. Namun, sebagai ganti dari menyapa siswa baru dengan hongi, maka para staf pengajar di negara tersebut menyambutnya dengan melantunkan lagu Maori.

Brazil

Wabah virus corona membuat Kementerian Kesehatan Brazil bertindak. Kementerian tersebut memberikan rekomendasi untuk masyarakatnya supaya tidak memakai 1 sedotan logam saat minum chimarrao dengan pasangannya. (Adi/R5/HR-Online)

Loading...