Jumat, Mei 27, 2022
BerandaBerita CiamisWarga Ciamis Ini Tak Pernah Terima Bantuan Gegara Kartu KKS-nya Diambil Oknum...

Warga Ciamis Ini Tak Pernah Terima Bantuan Gegara Kartu KKS-nya Diambil Oknum RT

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) milik Ma’ah, warga Dusun Desa Kulon, Desa Ciakar, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, kembali ke tangannya setelah empat tahun diambil oknum RT.

Nuraeni, menantu Ma’ah, mengatakan, semenjak mertuanya memiliki Kartu Keluarga Sejahtera, namun belum pernah sekalipun menerima bantuan apapun.

“Sejak menerima Kartu Keluarga Sejahtera itu, langsung dipinta lagi oleh ketua RT. Sehingga selama empat tahun tidak pernah menerima bantuan sosial apapun,” ujar Nuraeni, Selasa (31/3/2020).

Sejak kasusnya diberitakan oleh Koran HR, kartu tersebut akhirnya dikembalikan. “Alhamdulilah setelah HR memberitakannya, Kartu tersebut dikembalikan. Mudah-mudahan saja dengan memiliki Kartu Keluarga Sejahtera ( KKS) bisa mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah layaknya orang lain yang memiliki KKS,” harapnya.

Sumber HR Online yang dapat dipercaya mengatakan, bantuan apa saja yang belum didapat harus sesegera mungkin diusulkan ke pendamping dan TKSK setempat.

Menurutnya, mengenai Kartu Keluarga Sejahtera perlu adanya pengawasan dari semua pihak.agar Keluarga Penerima Manfaat ( KPM) benar benar merasakan manfaatnya.

“Intinya harus ada pengawasan yang benar. Agar hal tersebut tidak terjadi kembali seperti yang dialami salah satu KPM, ibu Ma’ah. Mau tidak mau harus ada kroscek dari aparat desa dan instansi terkait.dengan harapan setiap KPM  betul-betul  bisa menerima bantuan sosial sesuai dengan haknya,” katanya.

Baca Juga: Butuh Perhatian Pemerintah Ciamis, Ma’ah (65) Tak Kunjung Terima Program BPNT

Sebelumnya diberitakan, Ma’ah (65), Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), di Desa Ciakar, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, membutuhkan perhatian Pemerintah. Pasalnya, Ma’ah sudah bertahun-tahun tak kunjung mendapatkan realisasi Program BPNT.

Sebelum ada Program BPNT, Ma’ah sebenarnya rutin menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT). Namun setelah program itu berganti nama (BLT ke BPNT), Ma’ah tidak pernah lagi mendapatkannya.

Ketika ditemui Koran HR, Selasa (11/02/2020), Ma’ah  mengaku akan sangat senang jika ada pihak yang berkenan membantu. Tidak hanya kepada pemerintah, siapapun yang bersedia untuk meringankan beban keluarganya.

Sebab, kata Ma’ah, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, dia hanya mengandalkan pendapatan dari hasi buruh serabutan. Itupun kalau ada orang lain yang menyuruhnya bekerja.

“Kartu yang saya miliki dipinta oleh Ketua RT dengan dalih akan ada pendataan baru,” katanya. (Edji/R7/HR-Online)

- Advertisment -